jatimnow.com - Di balik kemewahan resor dan birunya laut Gili Trawangan, terselip sebuah kerentanan yang jarang disadari wisatawan, urusan dapur. Tanpa jaringan pipa gas bawah laut, pulau mungil di Lombok Utara ini harus bertaruh pada pasokan gas LPG Pertamina yang datang dari seberang lautan untuk menggerakkan roda ekonomi pariwisata senilai Rp7,5 triliun per tahun.
Setiap tabung yang mendarat di dermaga bukan sekadar barang logistik, melainkan jaminan bahwa ribuan turis tetap bisa makan dan bermalam dengan nyaman. Saat musim puncak, pulau ini diserbu hingga 1.500 pengunjung per hari. Angka ini membawa tekanan besar bagi hotel dan restoran yang menggantungkan seluruh operasionalnya pada energi cair tersebut.
Ketiadaan infrastruktur gas permanen membuat peran LPG menjadi sangat vital dan tak tergantikan. Para pengusaha kuliner memilih bahan bakar ini karena sifatnya yang bersih dan efisien, sangat sesuai dengan standar layanan internasional yang mereka tawarkan. Kualitas hidangan yang tersaji di meja wisatawan bergantung sepenuhnya pada nyala api dari tabung-tabung ini.
Keamanan pasokan ini berbanding lurus dengan reputasi Gili Trawangan di mata dunia. Sedikit saja gangguan pada rantai distribusi bisa memicu efek domino yang merugikan. Bayangkan jika restoran-restoran harus tutup atau layanan hotel terhenti hanya karena stok gas habis, pengalaman buruk wisatawan tersebut akan dengan cepat merusak citra destinasi yang telah dibangun bertahun-tahun.
Menjaga energi tetap mengalir di pulau kecil merupakan tantangan logistik yang penuh risiko. Namun, mengingat besarnya kontribusi ekonomi kawasan ini bagi daerah, jaminan distribusi LPG yang stabil menjadi harga mati dalam strategi keberlanjutan wisata. Stabilitas ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan investasi untuk menjaga daya saing global.
Kepastian stok energi harian memberikan ketenangan bagi ribuan pemilik akomodasi untuk terus beroperasi secara maksimal. Dengan rantai logistik yang lancar, Gili Trawangan tak hanya mengamankan pundi-pundi pendapatan daerah, tetapi juga memastikan setiap turis pulang membawa cerita indah tanpa terganggu kendala teknis dari balik dapur.
Berikut Foto-foto Distribusi LPG Gili Trawangan:
Baca juga:
Kata Pertamina EP Cepu soal Bau Menyengat di Wilayah Operasional Bojonegoro
Mengangkut tabung gas LPG di atas pasir pantai menjadi bagian dari keseharian distribusi energi di Gili Trawangan, Jumat, 26 Desember 2025. Hal ini demi menjaga aktivitas warga dan pariwisata tetap berjalan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Perahu-perahu kecil bersandar di pesisir Gili Trawangan menjadi jalur utama distribusi logistik dan energi, Jumat, 26 Desember 2025. Perahu kecil ini menopang aktivitas warga serta industri pariwisata pulau wisata ini. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Baca juga:
PGN Borong Apresiasi BPH Migas 2025, Fokus Swasembada Energi Nasional
Tabung gas LPG tersusun di tepi pantai Gili Trawangan, Jumat, 26 Desember 2025. Gas LPG menjadi bagian penting dari rantai pasok energi yang menopang aktivitas warga, usaha pariwisata, dan arus wisatawan di pulau kecil ini. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Wisatawan mancanegara bersepeda menikmati panorama pantai Gili Trawangan, pada Jumat, 26 Desember 2025. Kepastian stok energi harian memberikan ketenangan bagi ribuan pemilik akomodasi untuk terus beroperasi secara maksimal. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
URL : https://jatimnow.com/baca-81436-foto-gas-lpg-napas-wisata-gili-trawangan