Pixel Code jatimnow.com

Duel Saudara di Pasir Bali, Danang dan Wahyu Taklukkan Eropa Sebelum Kandas di Final

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Baweany Prima Energy, asal Pulau Bawean Gresik Jawa Timur, raih posisi runner-up di Bali Open 2025. (Foto/jatimnow.com)
Baweany Prima Energy, asal Pulau Bawean Gresik Jawa Timur, raih posisi runner-up di Bali Open 2025. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dominasi pevoli pantai Indonesia benar-benar tak terbendung dalam ajang bergengsi Bali Open 2025 Seri 2. Pasangan andalan Baweany Prima Energy,

asal Pulau Bawean Gresik Jawa Timur, Danang dan Wahyu, sukses mengamankan posisi runner-up setelah melalui drama melelahkan di atas pasir pantai Bali.

Langkah Danang dan Wahyu menuju partai puncak terbilang fenomenal. Mereka berhasil memutus dominasi pemain asing dengan menumbangkan duet tangguh Pawel (Polandia) dan Alex (Rusia) dua set langsung di babak semifinal. Kemenangan ini sekaligus membalas kegagalan mereka pada seri sebelumnya.

Sayangnya, ambisi meraih podium tertinggi harus tertahan oleh rekan senegara. Dalam laga All Indonesian Final, Danang dan Wahyu dipaksa menyerah oleh pasangan Sofyan dan Komang asal NTB. Sofyan sendiri merupakan penggawa Timnas Indonesia yang baru saja menyabet medali emas di SEA Games Thailand 2025.

Keberhasilan Baweany Prima Energy menembus final tidak lepas dari peran sosok di pinggir lapangan. Mantan bintang Timnas Voli Pantai Indonesia, Ashfiya, turun gunung menjabat sebagai pelatih. Kehadirannya memberikan mentalitas juara bagi Danang dan Wahyu yang kini konsisten naik podium sejak seri tahun lalu.

Manajer Tim Baweany Volleyball, Faisyal Akli, mengakui bahwa hasil ini merupakan pencapaian maksimal meski target juara pertama belum berjodoh. Baginya, melihat dua tim lokal bertarung di final di tengah serbuan pemain Eropa adalah kebanggaan tersendiri bagi voli pantai nasional.

Baca juga:
Kalahkan Eropa, Baweany Prima Energy Ukir Sejarah di Bali Open 2025

"Belum rezeki untuk juara satu, kami kalah dari rekan perwakilan NTB. Namun, keberhasilan memutus langkah pemain Polandia dan Rusia di semifinal adalah catatan penting bagi perkembangan tim," ujar Faisyal Akli, Minggu (28/12/2025).

Bali Open 2025 Seri 2 ini memang menyajikan atmosfer yang berbeda. Kehadiran nama-nama besar seperti Rendy Verdian serta para pemain profesional dari Eropa menjadikan turnamen besutan Bali Volleyball Academy ini sebagai ajang "sekolah" bagi talenta muda.

Faisyal menambahkan, turnamen garapan Mr. Han ini menjadi peluang emas bagi atlet muda yang belum mencicipi seragam Timnas untuk menambah jam terbang.

Baca juga:
Atlet Voli Pantai Indonesia Melaju Babak Playoff BPT Futures Qingdao di China

Bertanding melawan pemain berpostur besar dan berpengalaman dari Eropa memberikan pelajaran taktis yang tidak didapatkan di latihan biasa.

"Ini kesempatan berharga. Dengan biaya yang lebih terjangkau karena bermain di dalam negeri, atlet kita bisa mencicipi pengalaman melawan pemain profesional Eropa. Ini modal kuat untuk regenerasi voli pantai Indonesia ke depan," tutup Faisyal.