jatimnow.com–Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dari berbagai daerah berkumpul di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (28/12/2025). Mereka mengikuti kegiatan Bumi Reog Berdzikir. Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama demi keselamatan bangsa sekaligus bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatra yang tengah dilanda musibah.
Sejak pagi hari, kawasan Alun-Alun Ponorogo dipadati peserta yang mayoritas mengenakan busana hitam khas PSHT. Kehadiran ribuan pesilat tersebut menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan dalam agenda spiritual yang rutin digelar setiap tahun.
Bumi Reog Berdzikir diselenggarakan oleh PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah. Di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Staf Khusus Menko PMK Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, serta Asisten Deputi Olahraga Profesional Dr. Yusuf Suparman.
Selain itu, tampak hadir jajaran pimpinan PSHT Pusat, Forkopimda Ponorogo, dan tokoh masyarakat. Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PSHT Pusat Madiun menyampaikan bahwa doa bersama ini dipersembahkan untuk bangsa Indonesia, khususnya bagi saudara-saudara di Sumatera dan Aceh.
“Ini adalah doa untuk negeri. Kami mendoakan para korban yang wafat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan seni budaya dan atraksi bela diri, mulai dari Reog Ponorogo hingga demonstrasi pencak silat. Setelah itu, ribuan pesilat mengikuti dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren di Ponorogo.
Baca juga:
Somasi atas Mutasi Kepsek Belum Dijawab Gubernur, Ribuan Guru di Ponorogo Gelar Aksi
Doa dipimpin antara lain oleh KH Ansor M. Rusydi, KH Syamsudin, LC, KH Sholehan Al-Hafid, KH Imam Bajuri, Dr. KH Moh. Irfan Riyadi, M.Ag, hingga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.
Ketua Umum PSHT Pusat Kangmas R. H. Moerdjoko HW menegaskan bahwa Bumi Reog Berdzikir tidak hanya menjadi sarana doa, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antarpesilat. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menguatkan komitmen warga PSHT untuk menjaga marwah organisasi, tradisi, dan nilai-nilai luhur pencak silat.
“Selain mendoakan saudara-saudara kita di Sumatra, kegiatan ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meneguhkan komitmen warga PSHT untuk berperan positif di tengah masyarakat,” katanya.
Baca juga:
Wagub dan Kapolda Jatim Apresiasi Bumi Reog Berdzikir 2025
Salah satu peserta, Adimas, mengaku telah mengikuti Bumi Reog Berdzikir sebanyak tujuh kali. Warga Kecamatan Slahung tersebut menyebut kehadirannya setiap tahun dilandasi niat berdoa untuk bangsa dan menjaga tali silaturahmi antarpesilat.
“Kami datang untuk berdoa bagi negeri, mendoakan saudara-saudara di Sumatera, sekaligus menjaga persaudaraan dan kebersamaan,” tuturnya.
Melalui Bumi Reog Berdzikir, para pesilat berharap nilai spiritual, persatuan, dan kepedulian sosial terus terjaga, sehingga pencak silat tidak hanya dikenal sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai sarana membangun kedamaian dan persaudaraan.
URL : https://jatimnow.com/baca-81442-ribuan-pesilat-berkumpul-di-ponorogo-gelar-doa-bersama-untuk-negeri