jatimnow.com–Kegiatan Bumi Reog Berdzikir 2025 yang digelar di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (28/12/2025), mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Acara ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan serta mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.
Bumi Reog Berdzikir yang diselenggarakan PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun diikuti ribuan pesilat dari berbagai daerah. Mereka berkumpul untuk bermunajat bersama, mendoakan keselamatan bangsa, sekaligus menyampaikan empati dan doa bagi masyarakat di Sumatera yang tengah dilanda musibah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kegiatan tersebut sebagai contoh harmonisasi antara kekuatan fisik dan spiritual. Menurutnya, pencak silat tidak hanya membentuk ketangguhan jasmani, tetapi juga berperan menanamkan nilai moral, etika, dan kebersamaan. Emil juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini yang telah berjalan sejak 2017 dan terus melibatkan masyarakat secara luas.
“Pencak silat adalah sarana pembentukan karakter. Melalui kegiatan seperti Bumi Reog Berdzikir, nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, dan kepedulian sosial terus dirawat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa Bumi Reog Berdzikir mencerminkan keseimbangan antara olahraga pencak silat dan penguatan batin melalui dzikir. Ia menilai komunitas pencak silat di Jawa Timur telah berkembang menjadi kekuatan moral yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kerendahan hati dan kedewasaan sosial.
“Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan bahwa organisasi pencak silat, khususnya PSHT, merupakan aset bangsa yang berperan sebagai cooling system di tengah masyarakat. Pesilat diharapkan hadir sebagai penyejuk suasana dan penjaga harmoni sosial.
“Pesilat harus menjadi solusi, bukan sumber persoalan. Kehadiran warga silat harus memberikan rasa aman dan ketenteraman,” pesannya.
Baca juga:
Somasi atas Mutasi Kepsek Belum Dijawab Gubernur, Ribuan Guru di Ponorogo Gelar Aksi
Selain itu, Kapolda Jatim menilai Bumi Reog Berdzikir selaras dengan program Jogo Jatim, yang mengedepankan filosofi memayu hayuning bawana atau menjaga keselamatan, keharmonisan, dan martabat kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan tiga penekanan penting bagi warga silat. Pertama, mendorong sikap inklusif dan tidak mudah terprovokasi. Kedua, memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mencegah potensi konflik. Ketiga, memperteguh komitmen menjaga kebhinekaan menuju Indonesia Emas.
Rangkaian acara Bumi Reog Berdzikir diawali dengan pertunjukan seni budaya, mulai dari Reog Ponorogo hingga atraksi bela diri. Setelah itu, ribuan pesilat yang mengenakan pakaian serba hitam memadati Alun-Alun Ponorogo untuk mengikuti dzikir dan doa bersama.
Doa dipimpin oleh sejumlah tokoh ulama dan pengasuh pondok pesantren di Ponorogo, di antaranya KH Ansor M. Rusydi, KH Syamsudin, LC, KH Sholehan Al-Hafid, KH Imam Bajuri, hingga Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo.
Baca juga:
Ribuan Pesilat Berkumpul Di Ponorogo, Gelar Doa Bersama Untuk Negeri
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman yang juga Ketua Dewan Pembina PSHT Pusat Madiun, Wakil Gubernur Jawa Timur, pimpinan PSHT pusat, serta jajaran Forkopimda Ponorogo.
Melalui Bumi Reog Berdzikir 2025, diharapkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan cinta damai terus tumbuh, sekaligus memperkuat peran pencak silat sebagai penjaga persatuan dan ketenteraman di tengah masyarakat.
URL : https://jatimnow.com/baca-81443-wagub-dan-kapolda-jatim-apresiasi-bumi-reog-berdzikir-2025