jatimnow.com - Upaya Indonesia melepaskan diri dari ketergantungan impor LPG kian nyata melalui perluasan pemanfaatan gas bumi domestik.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN membuktikan komitmen ini dengan mengelola lebih dari 817.000 sambungan rumah (SR) di berbagai wilayah Indonesia hingga pengujung 2025.
Keberhasilan mengelola energi dari hulu ke hilir ini membawa PGN memborong sejumlah penghargaan dalam ajang Apresiasi BPH Migas 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa malam (30/12/2025).
Subholding Gas Pertamina ini dinilai konsisten memperluas akses energi, terutama melalui skema pembangunan jaringan gas (jargas) mandiri tanpa bergantung pada dana APBN.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa langkah PGN membangun infrastruktur secara mandiri menjadi kunci dalam menekan subsidi energi.
Sejak program jargas dimulai pada 2007, pertumbuhan pelanggan mandiri melonjak hingga 25% dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami mengapresiasi keberanian badan usaha yang berinovasi lewat moda gas pipa maupun CNG untuk menjangkau rumah tangga dan pelanggan kecil. Ini berdampak langsung pada pengurangan impor bahan baku LPG," ujar Wahyudi.
Selain urusan dapur warga, PGN juga mengamankan pasokan energi untuk sektor industri melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
Langkah ini menempatkan PGN sebagai badan usaha niaga terbesar yang menyalurkan volume gas mencapai 833 BBTUD serta volume transmisi 1.622 MMSCFD per September 2025.
Respons Cepat di Tengah Bencana Sisi humanis PGN terlihat saat bencana alam melanda wilayah Sumatra baru-baru ini.
Baca juga:
Bon Ami Surabaya Pilih Gas Bumi PGN, Masak Lebih Cepat Tanpa Jeda
BPH Migas memberikan penghargaan khusus atas kecepatan PGN bersama anak usahanya, PT Transgasindo Indonesia (TGI) dan PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memulihkan serta mendistribusikan energi di lokasi terdampak.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh awak perusahaan dalam menjaga layanan yang adaptif.
Menurutnya, gas bumi bukan sekadar komoditas, melainkan penggerak roda ekonomi yang harus tetap menyala meski dalam kondisi sulit.
"Dedikasi ini kami tujukan agar masyarakat merasakan langsung manfaat energi bersih. Kami ingin kehadiran PGN benar-benar memacu ekonomi dan mendukung swasembada energi yang dicanangkan pemerintah," kata Aldiansyah.
Dominasi PGN dalam ekosistem hilir migas nasional semakin dipertegas dengan keberhasilan anak-anak perusahaannya menyapu bersih berbagai kategori bergengsi dalam ajang tersebut.
Baca juga:
PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun
Prestasi ini tercermin dari kinerja Pertagas dan TGI yang dinobatkan sebagai Badan Usaha Pengangkutan Terbesar Terbaik berkat keandalan infrastruktur pipanya.
Di saat yang sama, Pertagas bersama PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) juga mencatatkan sumbangsih nyata sebagai kontributor terbesar terhadap penerimaan negara di bidang gas bumi.
Keberhasilan ini kian lengkap setelah PGN resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang hak khusus Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) Kota Batam, sebuah langkah strategis yang memperkuat mandat perusahaan dalam mengelola energi di gerbang ekspor nasional.
Capaian ini mempertegas posisi PGN sebagai tulang punggung transisi energi di Indonesia, yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan setiap molekul gas bumi memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi nasional.
URL : https://jatimnow.com/baca-81511-pgn-borong-apresiasi-bph-migas-2025-fokus-swasembada-energi-nasional