Pixel Code jatimnow.com

Dandim 0824 Jember Bantah Anggotanya Tewas karena Pesta Miras

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Dandim 0824 Jember berikan klarifikasi terkait dengan salah satu anggota Babinsa. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Dandim 0824 Jember berikan klarifikasi terkait dengan salah satu anggota Babinsa. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah membantah tewasnya Serka Putu Menaka akibat pesta miras. Dia disebut mengalami henti jantung dengan diagnosa hipertensi.

Sebelumnya, 8 orang disebut turut dalam pesta miras jenis arak di Warung Gasebo Kayu, Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang. Kini, 6 orang dinyatakan meninggal dunia. Salah satunya disebut sebagai anggota Kodim 0824 Jember, Serka Putu Menaka.

"Disampaikan bahwa, Serka Putu Menaka anggota Babinsa Karangrejo Koramil Sumbersari meninggal dunia di rumah sakit Baladhika Husada (DKT) dikarenakan henti jantung, dengan diagnosa hipertensi," kata Dandim Jember, dalam press conference di kantornya, Jumat (2/12/2025).

"Sehingga berdasarkan resume medis, yang dapat dipertanggungjawabkan bahwa pemberitaan yang menyebut Serka Putu Menaka meninggal karena minuman keras adalah tidak benar," tegasnya.

Terkait dengan informasi kedatangan Serka Putu Menaka ke lokasi kejadian, Indra belum bisa memastikan, termasuk apa yang dilakukan anggotanya disana.

Baca juga:
Anggota TNI dan 3 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jember, Lainnya Masih Dirawat

"Apakah datang ke lokasi, jam berapa dan kemudian kegiatan apa saja, ini masih kami menunggu hasil penyelidikan (polisi) lebih lanjut," jelsnya.

"Untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi. Karena saksi-saksi tidak lengkap, ada yang sudah meninggal dan kita perlu melakukan pendalaman lebih lanjut," lanjutnya.

Pihaknya juga mendatangkan salah satu dokter dari Rumah Sakit Baladhika Husada atau DKT yakni dr. Deny Febri Wijaya yang menangani Serka Putu Menaka waktu itu.

Baca juga:
Pelajar SMP di Jember Diduga Dikeroyok dan Disekap Dalam Kamar Kos Usai Pesta Miras

"Kebetulan saat datang 20.48 WIB dengan keluhan sesak nafas, dan beliau diantar keluarganya. Kami lakukan pemeriksaan, kita lakukan tensi. Saat kami tanya, almarhum mengaku mempunyai riwayat darah tinggi, batuk dan sesak," tirunya.

"Setelah pindah ke ICU beliau mengalami penurunan dan kondisi kritis, karena memang tensinya semakin tinggi. Setelah kita berikan terapi, kondisi semakin lama semakin menurun drastis. Beliau memang punya riwayat penyakit sesak, pernah berobat di RS DKT 6 November 2025," imbuhnya.