Pixel Code jatimnow.com

Bon Ami Surabaya Pilih Gas Bumi PGN, Masak Lebih Cepat Tanpa Jeda

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Restoran legendaris Bon Ami Surabaya beralih ke gas bumi PGN. (Foto: PGN/jatimnow.com)
Restoran legendaris Bon Ami Surabaya beralih ke gas bumi PGN. (Foto: PGN/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner di Kota Pahlawan, efisiensi dan konsistensi rasa menjadi kunci bertahan hidup. Restoran legendaris Bon Ami Surabaya membuktikan hal ini dengan mengandalkan gas bumi PGN sebagai urat nadi operasional dapur mereka.

Langkah itu terbukti mampu memangkas biaya produksi sekaligus menjamin kualitas hidangan tetap sama sejak suapan pertama puluhan tahun silam.

Bon Ami kini mengonsumsi gas bumi dengan volume rata-rata 2.100 m³ setiap bulan. Penggunaan energi ramah lingkungan ini diaplikasikan di empat cabang besar mereka untuk melayani pelanggan setapak jam 07.00 hingga 22.30 WIB.

Operational Manager Bon Ami Surabaya, Ervin Liana menceritakan bahwa stabilitas api menjadi alasan utama pihaknya enggan berpindah ke lain hati.

Menurutnya, karakter masakan tertentu membutuhkan tekanan panas yang konstan dan tinggi agar bumbu meresap sempurna.

"Kami merasakan api kompor jauh lebih stabil. Paling terasa itu saat memasak nasi goreng yang butuh high pressure. Kalau pakai gas tabung, ketika isi hampir habis, tekanannya drop dan itu langsung merusak rasa masakan," ungkap Ervin saat ditemui di Surabaya, Sabtu (03/1/2026).

Selain soal rasa, hitung-hitungan bisnis menjadi faktor penentu. Ervin membeberkan bahwa migrasi ke gas pipa memberikan ruang napas lebih lega bagi manajemen dalam mengelola arus kas.

"Ada penghematan biaya sekitar 10 hingga 12 persen jika dibandingkan sebelumnya. PGN juga sangat responsif jika muncul kendala teknis di lapangan," tambahnya.

Baca juga:
PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun

Keamanan Tanpa Kompromi Aspek keselamatan menjadi prioritas mengingat Bon Ami merupakan destinasi keluarga yang selalu ramai.

PGN menyiagakan sistem keamanan berlapis di seluruh area dapur Bon Ami, mulai dari edukasi rutin bagi staf hingga pemasangan perangkat deteksi dini.

Setiap cabang kini telah terpasang alarm sensor yang mampu mendeteksi indikasi kebocoran sekecil apa pun. Sistem ini memastikan penanganan bisa dilakukan dalam hitungan menit sebelum risiko membesar.

Area Head PGN Surabaya, Arief Nurrachman menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pelaku industri kuliner di Jawa Timur.

Baca juga:
PGN Borong Apresiasi BPH Migas 2025, Fokus Swasembada Energi Nasional

Baginya, Bon Ami adalah potret sukses bagaimana energi baik bisa menopang keberlanjutan bisnis warisan (heritage).

"Kami sangat menghargai kepercayaan Bon Ami. Layanan PGN tidak hanya soal mengalirkan gas, tapi memastikan kenyamanan bagi pemilik usaha dan pelanggan yang datang berkunjung. Keamanan operasional adalah janji kami kepada mitra," tegas Arief.

Hadirnya gas bumi di dapur-dapur legendaris seperti Bon Ami menunjukkan bahwa modernisasi energi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian cita rasa tradisional.

Saat ini, PGN terus memperluas jaringan pipa di Surabaya untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan industri restoran agar memiliki daya saing yang lebih kuat.