Pixel Code jatimnow.com

Bencana Angin Kencang di Tulungagung Rusak Ratusan Rumah

Editor : Bramanta  
Foto: Salah satu bangunan yang rusak karena angin kencang di Tulungagung. (BPBD/jatimnow.com)
Foto: Salah satu bangunan yang rusak karena angin kencang di Tulungagung. (BPBD/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bencana angin kencang yang terjadi pada Kamis dan Sabtu kemarin di Tulungagung merusak ratusan rumah. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dalam dua hari tersebut terdapat total 119 rumah warga yang mengalami kerusakan. Selain itu beberapa pohon berukuran besar juga ambruk. Bencana angin kencang ini berdampak di 9 wikayah Kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen di lokasi bencana tersebut. Bahkan, sudah didistribusikan bantuan darurat bagi warga yang terdampak.

”Sudah dilakukan pemberian bantuan logistik kebutuhan dasar oleh BPBD Tulungagung. Termasuk terpal. Setelah asesmen selesai bantuan lanjutan akan dilakukan,” ujarnya, Senin (5/01/2026).

Sudarmaji menyebut jumlah kerusakan rumah terbanyak akibat angin kencang ini terjadi di Desa Waung Kecamatan Boyolangu. Dalam bencana yang terjad Sabtu (3/01/2026) tersebut terdata sebanyak 51 rumah rusak. Mayoritas kerusakan adalah bagian atap rumah.

”Untuk angin kencang yang terjadi Sabtu kemarin secara keseluruhan rumah yang rusak akibat angin kencang sebanyak 68 rumah. Yang terbanyak di Desa Waung sejumlah 51 rumah,” terangnya.

Dari 68 rumah rusak itu, tiga di antaranya berlokasi di Desa Purworejo Kecamatan Ngunut, delapan rumah di Desa Rejosari Kecamatan Gondang dan enam rumah di Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol.

Baca juga:
BGN Siapkan Sanksi Bagi SPPG yang Belum Kantongi SLHS

”Kemudian satu warung BUMDES di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat yang juga mengalami kerusakan,” sambungnya.

Sebelumnya pada Kamis (1/01/2026) juga terjadi angin kencang di Kecamatan Besuki, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Tanggunggunung. Akibat angin kencang di empat kecamatan itu total sebanyak 51 rumah rusak.

”Saat kejadian ada sejumlah pohon yang tumbang. Di antaranya berlokasi di Kecamatan Bandung dan Pakel, Kami langsung melakukan penanganan pohon tumbang itu,” tandasnya.

Baca juga:
Dinas Pendidikan Tulungagung Segera Lakukan Pengisian Kursi Kepala Sekolah

Mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini mengimbau agar warga waspada terhadap cuaca yang saat ini cenderung ekstrem. Terutama ketika hujan lebat disertai angin.

”Berdasar rilis resmi BMKG, ada potensi cuaca ekstrem pada periode 1-10 Januari 2026. Kami imbau masyarakat Tulungagung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut,” pungkasnya.