Pixel Code jatimnow.com

Difitnah-Digeruduk OTK, TKB Cerita Kerasnya Persaingan Bisnis Properti di Lamongan

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Perumahan TKB Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Perumahan TKB Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu pengusaha properti di Lamongan, Tikung Kota Baru (TKB) mengeluhkan kerasnya bisnis properti di Kota Soto. Sejak berdiri 4 tahun yang lalu, Owner TKB Subandi mengaku mendapat banyak tekanan mulai dari fitnah yang mengarah pada pencemaran nama baik atau ujaran kebencian hingga dilaporkan dugaan penyelewengan ke aparat penegak hukum (APH).

"Jadi ini kalau saya rasa ini persaingan bisnis, persaingan bisnis yang tidak sehat dengan cara-cara yang tidak elegan tidak gentleman," kata Subandi, Senin (5/1/2026).

Subandi menyebut persaingan bisnis yang tidak sehat membuat pihaknya banyak dirugikan. Hal itu karena disinformasi sengaja dibuat untuk memprovokasi hingga berdampak pada kepercayaan konsumen.

"Sebagai pebisnis seharusnya tidak memberikan contoh yang seperti itu. Takutnya nanti kedepannya kalau persoalan ini tidak benar tapi menyebar di masyarakat itu kan menjadi fitnah dan sangat merugikan," ujarnya.

Bahkan terbaru, manejemen TKB digeruduk oleh sejumlah orang dengan dalih aksi demo membentang spanduk mempersoalkan lahan.

Baca juga:
Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan

Lahan yang dipersoalkan merupakan rencana pengembangan tahap ketiga perumahan TKB, yang statusnya belum dilakukan pembelian, belum ada akad, serta belum ada ikatan hukum apa pun. Anehnya, aksi dilakukan oleh segelintir orang tak dikenal yang tidak memiliki keterkaitan apapun dengan TKB.

“Aksi itu jelas ilegal. Tidak ada izin ke kami, tidak ada izin ke pihak perumahan, bahkan izin kepolisian juga tidak ada. Ini sangat merugikan dan menimbulkan ketidaknyamanan, baik bagi kami maupun warga TKB,” ujarnya.

Baca juga:
Ruas Jalan Plembon - Made Lamongan Diresmikan Bupati Yuhronur Efendi

Pengembang menilai aksi tersebut sarat kepentingan tertentu dan diduga merupakan pola lama yang sengaja dimainkan untuk menekan pihak perusahaan. Oleh sebab itu, seluruh bukti berupa foto dan dokumentasi aksi telah dikantongi dan akan dilaporkan secara resmi.

“Ini sudah terlalu jauh. Kami akan ambil tindakan tegas melalui jalur hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.