Pixel Code jatimnow.com

Viral Video Cek Cok Sopir Travel dan Taksi di Bandara Malang, Ini Penyebabnya

Editor : Bramanta   Reporter : Avirista Midaada
Foto: Capture video cek cok antara sopir taxi dan sopir travel di Malang.  (screenshot/jatimnow.com)
Foto: Capture video cek cok antara sopir taxi dan sopir travel di Malang. (screenshot/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pengemudi travel dan taksi Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, terlibat cek-cok dan terekam video salah satu warga. Aksi pertikaian itu terjadi di depan terminal kedatangan Bandara Abdul Rachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.

Tampak dalam video yang beredar di beberapa grup WhatsApp dan media sosial (medsos), seorang pria berjaket hitam terlihat bersitegang dengan sekitar enam sopir taksi. Sopir taksi ini merupakan resmi dari Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, yang mengenakan seragam biru.

Terlihat dari percakapan yang ada di video itu, awalnya sang pria sopir travel itu sempat menanyakan larangan mengambil penumpang di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang. Padahal sang pengemudi travel itu berujar, ia beberapa kali sudah menjemput penumpang untuk perjalanan wisata di wilayah Malang raya, dari bandara.

"Kok gak bisa. Aku biasane rene pak (saya biasanya ke sini pak)," ujar pria yang mengaku sebagai pengemudi travel itu.

Hal itu lantas ditimpali oleh seorang pria pengemudi taksi bandara yang menyatakan, semua travel menjemput paling dekat di Wendit atau Indomaret, yang berada di area luar bandara. Hal ini membuat terjadi ketegangan di antara kedua kubu, sebagaimana video itu direkam oleh salah satu penumpang travel.

Adu argumen itu terjadi berulang kali. Tapi belum diketahui secara pasti akhir dari video yang beredar, apakah akhirnya sopir travel diizinkan untuk menjemput penumpang di bandara atau tidak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo membenarkan adanya video viral di media sosial perihal adanya sopir taksi bandara dan travel yang terlibat cekcok. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/01/2026), saat sopir travel hendak menjemput penumpang di area terminal kedatangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

Baca juga:
Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor

"Kejadiannya kemarin (Minggu), itu di luar kendali kita. Artinya saya tadi sudah komunikasi rapat dengan pengelola koperasi bandara Puskopad Garuda disitu sudah menegur," ujarnya, Selasa (6/01/2026).

Cahyo menjelaskan, penjemputan mobil travel apalagi travel wisata di kawasan Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, diperbolehkan. Bahkan informasi itu sudah terpampang di gerbang masuk bandara yang menginformasikan travel diperbolehkan menjemput penumpang di bandara.

"Yang saya tahu di depan pintu bandara itu ada banner besar. Tapi yang jelas di area terminal itu ada tulisan, taksi online nggak boleh masuk, travel itu boleh masuk di Bandara Malang, boleh menjemput. Kita harus mendukung pariwisata," ucapnya.

Menurutnya, hanya taksi online saja yang tidak diperbolehkan untuk menjemput penumpang di dalam kawasan bandara. Tapi jika taksi online itu mengantarkan penumpang ke area bandara, kemudian keluar tanpa membawa penumpang kembali hal itu diperbolehkan. Begitupun jika ada taksi dari luar bandara yang dipesan oleh penumpang juga tidak diperbolehkan.

Baca juga:
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Yai Mim Mengaku Sebagai Pasien RSJ Malang

"Kalau taksi online hanya untuk nge-drop ngantar ya nggak apa-apa, yang tidak boleh itu ngambil penumpang, karena di situ ada taksi bandara, dan pesan taksi dari luar ke dalam juga tidak boleh, contohnya taksi-taksi di luar itu masuk, mencari penumpang di bandara. Jadi penumpang keluarnya pakai taksi bandara," jelasnya.

Meski demikian, Cahyo tak mengetahui secara detail peraturan apakah travel yang dimaksudkan merupakan travel berplat nopol hitam atau berplat nopol kuning. Sebab selama ini pengelolaan transportasi penjemputan dan taksi bandara itu ditangani oleh koperasi yang dikelola TNI Angkatan Udara.

"Intinya UPT Bandara sudah berkoordinasi dengan Puskopkad Garuda, dan prinsipnya bahwa kita tetap mengedepankan pelayanan bandara, dan juga mungkin atas kesalahpahaman ini kita minta saling menjaga. Insya Allah tidak ada keributan lebih besar, semuanya sudah clear," pungkasnya.