Pixel Code jatimnow.com

Panpel Persik Kediri Panggil Komunitas Suporter Terkait Kebocoran Tiket

Editor : Yanuar D  
Pertandingan Persik Kediri vs Persib Bandung. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)
Pertandingan Persik Kediri vs Persib Bandung. (Foto: Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri akan memanggil komunitas suporter, terkait kebocoran tiket dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) malam. Dalam laga itu, ratusan pendukung tim tamu hadir dengan tiket resmi, yang seharusnya dijual secara terbatas melalui komunitas.

Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah pencegahan sebelum pertandingan digelar. Salah satunya dengan memberikan imbauan kepada Bobotoh agar tidak datang ke Kediri. Panpel juga mengirimkan surat resmi kepada tim sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang masih melarang kehadiran suporter tim tamu.

"Sebetulnya kita sudah wanti-wanti ke suporter tamu untuk tidak datang, jangan datang. Tapi ternyata tetap datang. Kita juga berkirim surat ke sana supaya suporternya jangan datang karena kan masih dilarang, dan itu sudah kita sosialisasikan,” kata Tri Widodo.

Widodo menjelaskan, pada laga tersebut penjualan tiket sepenuhnya diserahkan kepada komunitas suporter Persik Kediri. Jumlahnya pun terbatas, sesuai kapasitas Stadion Brawijaya yang disetujui pihak keamanan. Ia pun mengaku terkejut ketika mengetahui ratusan suporter Persib Bandung justru mengantongi tiket Utama.

"Saya juga tidak tahu kenapa suporter Persib Bandung malah dapat tiket Utama dengan jumlah ratusan orang," ungkapnya.

Panpel menduga kebocoran tiket berasal dari internal komunitas suporter tuan rumah. Bahkan, satu komunitas telah teridentifikasi menjual tiket kepada suporter tamu.

"Kemarin ada satu komunitas yang ketahuan menjual tiket itu. Nanti kita akan panggil seluruh komunitas, kenapa ini bisa bocor, karena sebelumnya juga sudah pernah kejadian, jadi dua kali kejadian," tegas Widodo.

Baca juga:
Jelang Derbi Jatim, Ribuan Persik Mania Beri Motivasi Macan Putih di Stadion GDJ Kediri

Widodo menyebut, pada laga sebelumnya melawan Persis Solo, ratusan tiket juga bocor ke suporter tamu. Praktik tersebut jelas dilarang dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Yang lawan Solo itu sampai 600 tiket dijual ke suporter tamu, itu tidak boleh," ucapnya.

Masalah lain yang muncul adalah maraknya tiket palsu. Menurut Widodo, banyak tiket dicetak berulang kali dari file PDF sehingga saat dipindai tidak dapat digunakan. Termasuk menimpa Persik Mania.

Baca juga:
Ditahan Imbang Persik Kediri, Pelatih Persib Bandung Tidak Puas Dengan Wasit

"Banyak tiket palsu karena di-PDF lalu diprint berkali-kali. Akhirnya banyak yang tidak bisa discan karena sudah terpakai," jelasnya.

Terkait kejadian ini, Panpel Persik Kediri akan memanggil seluruh konunitas suporter. Pihaknya juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem ticketing, terutama untuk laga besar.

"Ini jadi evaluasi. Mungkin pertandingan berikutnya kita coba formula lain, bisa pakai barcode, gelang, atau sistem lain, karena setiap big match pasti ribut soal tiket," pungkasnya.