jatimnow.com-Manajemen Perseta 1970 Tulungagung menyayangkan insiden tendangan kungfu, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan Senin (5/01/2026) sore. Pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha tepat di bagian dada. Akibatnya Firman mengalami retak tulang rusuk bagian bawah. Hingga saat ini belum ada permohonan maaf secara resmi yang disampaikan oleh manajemen Putra Jaya Pasuruan.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan maaf secara resmi dari tim lawan. Mereka menyayangkan adanya kejadian ini. Terlebih sebelumnya juga terjadi kejadian penyikutan yang juga dilakukan pemain lawan.
"Sebelumnya ada kejadian penyikutan, pemain Perseta 1970 Tulungagung sampai mengeluarkan darah dari hidung, kemudian terjadi tendangan kungfu ini," ujarnya, Selasa (6/01/2025).
Pihak manajemen Perseta 1970 Tulungagung sendiri berencana membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Berdasarkan hasil analisa, ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Dari rekaman video terlihat pemain Putra Jaya Pasuruan sudah bersiap untuk menendang lawannya. Selain itu setelah dikeluarkan pemain tersebut masih menantang dan memprovokasi pemain lainna.
Baca juga:
Askab PSSI Serahkan Langkah Hukum ke Manjemen Perseta 1970 Tulungagung
"Ini sudah diluar ranah permainan sepakbola, kuat dugaan ada unsur kesengajaan, kita belum mengetahui motifnya apa," tuturnya.
Menurut Rudy, selama ini kejadian kekerasan dalam olahraga hanya selesai melalui mekanisme sidang komisi disiplin. Namun banyak kasus yang kembali terulang bahkan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dengan upaya membawa kasus ini ke ranah hukum, diharapkan bisa memberi edukasi ke semua pihak. Para pemain juga diharuskan menjaga sportivitas selama pertandingan.
Baca juga:
Komdis Asprov PSSI Jatim Berikan Sanksi Tegas Kepada Pemain Putra Jaya Pasuruan
"Kasus seperti ini selalu berulang setiap tahunya, hanya sanksi dari komisi disiplin saja, ini akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak," pungkasnya.