Pixel Code jatimnow.com

Terdampak Banjir, Siswa di Lamongan Inisiatif Bersihkan Sungai Dari Eceng Godok

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Foto: Kerja Bakti pelajar Lamongan bersihkan sungai dari enceng gondok. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Kerja Bakti pelajar Lamongan bersihkan sungai dari enceng gondok. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Banjir di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan menggugah kepedulian kalangan pelajar. Para pelajar yang setiap hari melalui terjangan banjir tersebut menggelar kegiatan inisiatif membersihkan sungai dari tanaman eceng gondok. Kegiatan ini diharap dapat mengurangi dampak banjir dan memperlancar aliran air menuju hilir singai Bengawan Jero.

Selain itu, aksi dilakukan karena sungai menjadi satu-satunya jalur transportasi yang tersisa setelah jalan poros desa lumpuh total akibat banjir luapan Sungai Bengawan Jero.

Terdapat ratusan siswa dan guru dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Khozainul Ulum yang terlibat dalam kegiatan ini.

Ketua LP Ma'arif NU Khozainul Ulum, Ahmad Daman Huri, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan inisiatif bersama bentuk ikhtiar mengurangi dampak banjir.

"Kegiatan ini merupakan bukti kepedulian kami terhadap lingkungan. Mengingat sungai yang menjadi jalur transportasi utama masyarakat saat ini lumpuh akibat tertutup eceng gondok," ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Baca juga:
Ruas Jalan Plembon - Made Lamongan Diresmikan Bupati Yuhronur Efendi

Tampak siswa dan guru berjibaku turun menyusuri sungi dan mengangkat eceng gondok dengan alat sederhana dan seadanya.

Atifah, salah satu siswa yang ikut dalam aksi tersebut mengaku cukup antusias selain alasan keperdulian juga nilai manfaat.

"Sulit memang mengangkat eceng gondoknya, tapi kami tetap semangat. Karena jalan poros desa sudah tidak bisa dilewati, sungai ini jadi satu-satunya jalur kami menuju sekolah," kata Atifah.

Baca juga:
Nilai Ekspor Produk Lamongan Tahun 2025 Tembus Rp22 Triliun

Senada dengan Atifah, dua siswa lainnya, Zahiro dan Elsa, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Walaupun melelahkan, mereka merasa senang bisa membantu membuka akses jalan air yang tersumbat.