jatimnow.com – Warga di Kecamatan Ngasem ramai memperbincangkan bau menyengat yang tercium di sejumlah wilayah dan menjadi perbincangan di media sosial. Bau tersebut diduga berasal dari sekitar area operasional Lapangan Jambaran–Tiung Biru (JTB) milik Pertamina EP Cepu (PEPC).
Keluhan tersebut salah satunya muncul di grup Facebook Media Masyarakat Ngasem. Seorang warga dengan akun Mad Warazs menuliskan, “bauknya dari JTB sangat mengganggu orang ngasem.”
Keluhan serupa juga disampaikan akun Wulan Buk’e Rara yang mempertanyakan sumber bau tersebut.
“Info wong Ngasem mambu koyo sapi teng gak yo kene ambune mambratt,” tulisnya dalam unggahan di grup tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menyampaikan apresiasi atas perhatian dan laporan masyarakat terkait kondisi yang dirasakan warga di Desa Ngasem dan sekitarnya.
Manager Communication & Relations CID PEPC, Rahmat Drajat, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Baca juga:
Pertamina Tanam 4100 Pohon di Bojonegoro, Komitmen Sukseskan SDGs
“Kami menyampaikan empati atas situasi yang dirasakan warga. Tim teknis kami telah bergerak cepat melakukan peninjauan terhadap seluruh fasilitas operasional di Lapangan JTB,” ujar Rahmat Drajat dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, seluruh kegiatan operasional di Lapangan JTB dipastikan berjalan normal. Tidak ditemukan adanya anomali maupun gangguan pada fasilitas produksi.
Selain itu, PEPC juga melakukan pemantauan kualitas udara di lokasi sekitar sesuai dengan standar prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara berada dalam kondisi aman dan tidak melebihi baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
Baca juga:
Sukses Tingkatkan Derajat Sehat Karyawan, PEPC Pecahkan MURI
“Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan indikasi parameter kualitas udara yang melampaui ambang batas,” jelas Rahmat.
Rahmat menegaskan, PEPC berkomitmen untuk selalu mengedepankan keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional. Saat ini, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan kondisi tetap kondusif.
“Apabila terdapat perkembangan terbaru dari proses pemantauan yang sedang berlangsung, kami akan segera menyampaikan informasi kepada publik,” pungkas Rahmat.