Pixel Code jatimnow.com

Tol Laut Pelni 2026 Mulai Berlayar, Targetkan Pangkas Harga hingga 40 Persen

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani, bersama stakeholder ketika melepas pelayaran perdana kapal Tol Laut Pelni 2026, di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani, bersama stakeholder ketika melepas pelayaran perdana kapal Tol Laut Pelni 2026, di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni tancap gas memulai operasi Tol Laut Pelni 2026 melalui pelepasan KM Logistik Nusantara (Lognus) 3 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1).

Pelayaran perdana ini membawa misi besar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dengan target penurunan harga mencapai 40 persen.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa kehadiran kapal ini bukan sekadar rutinitas distribusi barang.

Menurutnya, kepastian jadwal kapal menjadi kunci agar masyarakat di pelosok tidak terjerat harga tinggi akibat kelangkaan stok.

"Kehadiran Tol Laut mampu meredam disparitas harga di wilayah 3TP antara 20 hingga 40 persen. Kami memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) berjalan tepat waktu melalui koordinasi ketat lintas pemangku kepentingan," kata sosok yang akrab disapa Anda tersebut di Kade Mirah, Surabaya.

Aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1). Pada tahun 2026, PELNI kembali mengoperasikan 8 trayek Tol Laut nasional dengan target peningkatan volume muatan balik komoditas daerah seperti ikan dan rumput laut untuk mendukung pemerataan ekonomi di wilayah 3TP. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1). Pada tahun 2026, PELNI kembali mengoperasikan 8 trayek Tol Laut nasional dengan target peningkatan volume muatan balik komoditas daerah seperti ikan dan rumput laut untuk mendukung pemerataan ekonomi di wilayah 3TP. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Pada tahun ini, Pelni melakukan manuver strategis dengan mengubah rute KM Lognus 3. Jika sebelumnya kapal ini melayani Trayek T-6 (Tidore – Jailolo), kini dialihkan ke Trayek T-9 yang mencakup rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak.

Langkah ini diambil demi menjangkau titik-titik yang memiliki kebutuhan logistik lebih mendesak. Pada pemberangkatan awal ini, kapal mengangkut 78 TEUs muatan, yang terdiri dari 74 TEUs barang kering dan 4 TEUs muatan beku berisi beras, minyak goreng, hingga ayam beku.

Baca juga:
PELNI Group Gratiskan Angkut Bantuan Bencana Sumut dari Seluruh Indonesia

Sepanjang 2025, performa angkutan barang Pelni menunjukkan tren positif dengan total volume mencapai 13.142 TEUs, atau tumbuh 6 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk 2026, manajemen mematok target volume yang lebih progresif.

Meski arus barang dari barat ke timur terus meningkat, Pelni masih menghadapi tantangan pada keseimbangan muatan balik. Data 2025 menunjukkan ketimpangan yang cukup lebar: 9.103 TEUs muatan berangkat berbanding 4.039 TEUs muatan balik.

"Kami mengajak pemerintah daerah lebih agresif menggali potensi komoditas unggulan seperti ikan, kopra, atau rumput laut. Jika muatan balik optimal, distribusi logistik nasional akan jauh lebih sehat dan berkelanjutan," tambah Anda.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengamati pergerakan aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengamati pergerakan aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca juga:
PELNI Salurkan Bantuan Darurat Korban Banjir Sumut dan Sumbar

Dipilihnya Surabaya sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kepala Cabang Pelni Surabaya, Roni Abdullah, mengungkapkan bahwa Tanjung Perak menyumbang 43 persen dari total muatan berangkat Pelni secara nasional pada tahun lalu.

Tahun ini, Pelni mengoperasikan empat trayek Tol Laut langsung dari Surabaya. Dominasi ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai dapur logistik bagi wilayah timur Indonesia.

Secara keseluruhan, Pelni memegang mandat untuk mengelola 8 trayek Tol Laut nasional, atau hampir seperlima dari total penugasan pemerintah.

Dengan jaringan yang mencakup 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis, Pelni kini berupaya mengintegrasikan layanan angkutan orang dan barang guna memastikan konektivitas antar-pulau tak lagi menjadi kendala ekonomi bagi masyarakat perbatasan.