Pixel Code jatimnow.com

Kisah Si Kuning, Oase Gizi dan Senyum Dari Polres Tulungagung

Editor : Yanuar D   Reporter : Bramanta Pamungkas
Foto: Pembagian paket makanan bergizi yang dilakukan Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung)
Foto: Pembagian paket makanan bergizi yang dilakukan Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung)

jatimnow.com-Kabut tipis masih menyelimuti lekuk perbukitan di Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, saat mobil berwarna kuning melintas. Di wilayah yang dikenal dengan medan berbukit ini, pagi biasanya dimulai dengan ritme yang tenang. Namun, di halaman SDN 1 Tanggunggunung, suasana menghangat lebih awal.

Perhatian anak-anak itu tertambat pada sebuah kendaraan berwarna kuning cerah yang perlahan masuk ke halaman sekolah. Warna kuningnya begitu kontras dengan hijaunya pepohonan jati di sekelilingnya. Kendaraan itu tampak mencolok, membawa keceriaan bahkan sebelum ia benar-benar berhenti. Inilah "Mobil Senyum", sebuah inovasi dari Polres Tulungagung yang hadir bukan untuk patroli keamanan konvensional, melainkan untuk membawa misi kemanusiaan yang mendasar: mengisi perut-perut mungil dengan gizi terbaik.

Begitu pintu belakang mobil dibuka, aroma harum nasi hangat, gurihnya ayam goreng, dan semerbak telur semur langsung memenuhi udara pagi. Bagi 128 siswa dari SDN 1 dan SDN 3 Tanggunggunung, pemandangan ini adalah sebuah pesta kecil.  Petugas kepolisian yang biasanya mereka lihat dengan kesan tegas, pagi itu tampil berbeda. Mereka hadir dengan senyuman lebar, menyapa satu per satu siswa, dan membagikan kotak-kotak makanan dengan penuh kehangatan yang tulus.Foto: Mobil senyum si kuning yang menjadi program Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung)Foto: Mobil senyum si kuning yang menjadi program Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung)

Mobil Senyum bukanlah sekadar proyek bantuan sosial yang bersifat sporadis. Di balik cat kuningnya yang cerah, terdapat akronim yang menjadi nafas perjuangannya: Semua Senang, Semua Kenyang. Konsep ini lahir dari pemikiran mendalam tentang peran kepolisian di tengah masyarakat modern. Kapolres Tulungagung AKBP M. Taat Resdi, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah perpanjangan tangan dari kebijakan besar di tingkat nasional, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Keberadaan mobil kuning ini merupakan bentuk respon atas visi misi Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi,” ujarnya, Jumat  (18/7/2025).

Mobil ini dirancang sebagai unit reaksi cepat gizi. Ia mendatangi langsung sekolah-sekolah di pelosok, pusat komunitas, hingga tempat ibadah.Foto: Slogan program mobil senyum si kuning milik Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)Foto: Slogan program mobil senyum si kuning milik Polres Tulungagung. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)

Setiap paket yang dibagikan telah melalui pertimbangan gizi yang matang. Menu yang terdiri dari nasi, protein hewani ganda (ayam dan telur), sayuran, buah, hingga segelas susu segar, adalah standar emas untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Bagi sebagian anak di wilayah Tanggunggunung, menu lengkap seperti ini mungkin adalah asupan paling bergizi yang mereka terima dalam satu minggu terakhir. Di sinilah negara hadir, bukan melalui surat dinas, melainkan melalui kotak makanan yang hangat.

Pemilihan Kecamatan Tanggunggunung sebagai titik awal bukanlah kebetulan. Secara geografis dan data kesehatan, wilayah selatan Tulungagung memerlukan perhatian ekstra terkait isu stunting. Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi tantangan besar.

Di Tulungagung, angka stunting memang menunjukkan tren penurunan, namun AKBP Taat Resdi menyadari bahwa angka statistik tidak akan berarti jika di lapangan masih ada anak-anak yang berangkat sekolah dengan perut kosong.

Baca juga:
Saat Tongkat Komando Kapolres Tulungagung Berganti Menjadi Kapur Tulis

"Anak-anak adalah masa depan bangsa. Kesehatan mereka hari ini akan menentukan kualitas Indonesia di masa depan," tegasnya.Foto: Petugas membagikan paket makanan dari progam mobil senyum si kuning. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)Foto: Petugas membagikan paket makanan dari progam mobil senyum si kuning. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)

Melalui Mobil Senyum, kepolisian mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kehadiran polisi dengan mobil ini memberikan pesan psikologis yang kuat: bahwa masalah gizi adalah prioritas keamanan nasional. Jika anak-anak sehat, maka generasi masa depan akan kuat, dan ketahanan bangsa akan terjaga.

Salah satu aspek paling visioner dari program Mobil Senyum adalah ekosistem ekonomi yang dibangun di belakangnya. Program ini tidak mengandalkan pabrikan makanan instan besar. Sebaliknya, Polres Tulungagung menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Seluruh paket makanan diproduksi oleh dapur-dapur rumahan, warung makan, dan katering lokal Tulungagung.

Keputusan ini menciptakan efek domino ekonomi yang nyata. Ketika pesanan ratusan kotak masuk, pemilik katering akan berbelanja ke pasar lokal, membeli sayuran dari petani sekitar, dan mempekerjakan tetangga untuk membantu memasak. Bahkan susu yang dibagikan diupayakan berasal dari peternak sapi perah lokal di wilayah Sendang, Tulungagung.

"Manfaat program ini dirasakan secara berlapis: anak-anak mendapatkan gizi, pelaku usaha lokal bertahan, dan ekonomi daerah bergerak dinamis," jelas AKBP Taat Resdi.

Baca juga:
Kendaraan Listrik Masih Rendah Peminat di Tulungagung, Ini Penyebabnya

Mobil Senyum tidak pernah diam. Sesuai namanya, kendaraan ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Setelah sukses di sekolah-sekolah, Si Kuning kini menjadi pemandangan yang dinanti di depan masjid-masjid usai salat Jumat. Tradisi "Jumat Berkah" kini semakin semarak dengan kehadiran polisi yang membagikan makanan bergizi kepada jamaah.Foto: Petugas membagikan paket makanan program mobil senyum si kuning. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)Foto: Petugas membagikan paket makanan program mobil senyum si kuning. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)

Fleksibilitas ini adalah kunci. Mobil Senyum juga hadir di pusat kegiatan komunitas, seperti Muscab GP Ansor di UIN Satu Tulungagung. Polisi tidak lagi hanya menunggu laporan di kantor, tetapi menjemput bola, hadir di tengah kerumunan, dan memberikan manfaat nyata.

Kehadiran Mobil Senyum sejatinya sedang melakukan dekonstruksi terhadap citra kepolisian. Polisi kini bertransformasi menjadi mitra sosial dan pelindung kesejahteraan masyarakat. Keamanan sebuah wilayah tidak lagi hanya diukur dari rendahnya angka kriminalitas, tetapi juga dari tingkat kesehatan dan kebahagiaan warganya.

Kisah Si Kuning dari Tulungagung adalah pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari langkah sederhana yang konsisten. Dari sebuah mobil kuning yang mendaki bukit di Tanggunggunung, sebuah pesan kuat dikirimkan: bahwa kebahagiaan sejati bermula dari kepedulian yang tulus. Selama Mobil Senyum masih berkeliling, harapan akan masa depan Indonesia yang lebih sehat akan terus menyala di setiap sudut Tulungagung.