jatimnow.com - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan lebih dari rumah terendam dan sekolah rusak.
Di pengungsian Desa Sungai Liput, warga bergulat dengan krisis air bersih, ancaman penyakit, dan anak-anak yang kehilangan rasa aman.
Di tengah situasi itu, Lembaga Kemanusiaan Teman Baik datang membawa bantuan terpadu untuk mempercepat pemulihan penyintas Aceh Tamiang.
Sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, Teman Baik menggelar rangkaian respons kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar warga.
Paket gizi anak, layanan kesehatan, dapur umum, distribusi air bersih, hingga dukungan psikososial dijalankan bersamaan agar warga tidak hanya bertahan, tetapi kembali menata hidup.
“Setelah banjir, kebutuhan warga jauh lebih luas dari sekadar makanan. Kesehatan, kondisi mental, dan akses air bersih menentukan apakah mereka bisa bangkit,” kata Muhammad Pungky, Manajer Program Teman Baik.
“Kami berupaya hadir utuh di setiap fase pemulihan," lanjutnya.

Dampaknya terasa cepat. Lebih dari 100 anak di sejumlah posko menerima paket gizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
Di ruang darurat yang sama, tawa kembali terdengar lewat sesi bermain, mewarnai, dan kegiatan ramah anak.
Aktivitas ini membantu anak-anak keluar dari ketakutan setelah hari-hari panjang menghadapi banjir.
Di dapur umum, para ibu bergotong royong menyiapkan makanan siap santap setiap hari.
Baca juga:
Teman Baik Ulurkan Tangan ke Sudan, Bantuan Pangan Berlanjut Hingga Ramadan
Puluhan kepala keluarga juga menerima paket sembako untuk menopang kebutuhan rumah tangga selama masa darurat.
“Sekarang kami bisa makan teratur. Anak-anak tidak lagi mengeluh lapar,” ujar seorang warga pengungsian.
Krisis air bersih menjadi persoalan paling mendesak. Selama dua hari, Teman Baik menyalurkan 16.000 liter air bersih dan air siap minum ke dua posko di Desa Sungai Liput.
Bantuan tersebut menggantikan ketergantungan warga pada air sungai dan air hujan yang berisiko bagi kesehatan.
Layanan kesehatan gratis digelar selama enam hari melalui kolaborasi dengan Taman Zakat dan RS Mata Undaan. Warga mendapatkan pemeriksaan umum, obat-obatan, vitamin, hingga obat tetes mata.
Keluhan infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan iritasi mata akibat lumpur menjadi temuan paling sering.
Baca juga:
Krisis Air di Gaza, Teman Baik Selamatkan Ribuan Nyawa
Pemulihan pendidikan juga ikut bergerak. Lebih dari 100 paket alat sekolah dan mushaf Al-Qur’an dibagikan kepada anak-anak di pengungsian. Bantuan ini memberi sinyal kuat bahwa belajar tak boleh berhenti meski bencana memutus rutinitas.
Untuk kelayakan hidup di posko, Teman Baik menyalurkan 50 kasur lipat dan bantal. Sebelumnya, banyak warga tidur beralas tikar tipis atau lantai keras.
“Sekarang badan kami lebih enak saat bangun pagi,” kata seorang lansia di posko.
Dengan dukungan donatur dan relawan, Teman Baik menyatakan akan terus mendampingi penyintas Aceh Tamiang.
Bantuan menyeluruh ini bukan sekadar distribusi logistik, melainkan upaya menjaga kesehatan, memulihkan martabat, dan menyalakan kembali harapan warga yang sempat tenggelam bersama banjir.
URL : https://jatimnow.com/baca-81848-air-bersih-hingga-trauma-healing-asa-baru-di-pengungsian-aceh