jatimnow.com – Universitas Kadiri menggelar Wisuda ke-60 pada Sabtu, 24 Januari 2026. Wisuda perdana di tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru pengembangan kampus pascameraih status akreditasi unggul.
Rektor Universitas Kadiri, Ir. Djoko Rahardjo, M.P., menegaskan bahwa wisuda tidak hanya menjadi seremoni akademik semata, tetapi juga bagian dari tradisi sekaligus perwujudan visi besar institusi.
“Akreditasi unggul ini bukan titik akhir. Justru menjadi landasan untuk memperkuat capaian internasional, sejalan dengan visi kami mewujudkan Universitas Kadiri yang berkarakter unggul dan berdaya saing global,” ujar Djoko.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi pijakan bagi Universitas Kadiri untuk terus memperluas pengakuan mutu, terutama melalui peningkatan jumlah program studi dengan status akreditasi unggul.
Menurutnya, pengembangan kampus tetap diarahkan pada lahirnya lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Djoko juga mengingatkan para wisudawan agar tidak memandang kelulusan sebagai akhir proses belajar, melainkan sebagai awal menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Sebagai alumni Universitas Kadiri, pembelajaran harus terus berlanjut. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bekal utama menghadapi tuntutan zaman,” ujarnya.
Ia turut menyinggung perkembangan Revolusi Industri 4.0 serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menuntut alumni untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilan.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sudanco Supriyadi Walisongo (YPSS) Kediri, Prof. (Hc) Dr. Ir. IGG Heru Marwanto, MM., menyampaikan bahwa akreditasi unggul merupakan bentuk kepercayaan publik yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Baca juga:
Universitas Kadiri Wisuda 641 Lulusan, Tekankan Pentingnya Daya Saing
“Unggul bukan sekadar status, tetapi tanggung jawab. Lulusan harus nasionalis, inovatif, kreatif, kompeten, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Heru.
Ia menambahkan, setelah meraih akreditasi unggul, Universitas Kadiri berkomitmen memenuhi delapan Indeks Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sebagai indikator mutu institusi.
Heru juga mengungkapkan bahwa sejumlah program studi lain, seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ekonomi, serta Pertanian, tengah dipersiapkan untuk menyusul meraih status akreditasi unggul.
Menurutnya, akreditasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang harus diiringi dengan perbaikan proses pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menekankan peran wisudawan sebagai intelektual bermartabat di tengah masyarakat.
Baca juga:
Izin Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri Turun, Pilihan Hemat untuk Calon Mahasiswa Baru
“Wisudawan kini memiliki identitas baru sebagai akademisi. Jaga nama baik almamater melalui sikap, etika, dan komitmen,” ujar Dyah.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi sebagai modal utama di dunia kerja, selain kompetensi akademik.
“Setinggi apa pun kemampuan seseorang, tanpa komunikasi dan kolaborasi yang baik, keberhasilan akan sulit dicapai,” tambahnya.
Pada Wisuda ke-60 ini, Universitas Kadiri meluluskan 799 mahasiswa dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Hukum sebanyak 242 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 76 orang, Fakultas Pertanian 26 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 125 orang, Fakultas Teknik 43 orang, serta Fakultas Ilmu Kesehatan sebanyak 287 orang.