jatimnow.com-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung melakukan sidak ke Pasar Hewan Terpadu (PHT) usai terjadi lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tujuannya untuk memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat.
Kepala Disnakeswan Tulungagung, Agus Suswantoro mengatakan, kasus PMK kembali muncul pada pertengahan Januari 2026 lalu. Hingga saat ini, total ada 59 sapi yang terjangkit PMK di Tulungagung.
"Dari 59 kasus PMK tersebar di 12 kecamatan. Jadi masih ada 7 kecamatan di Tulungagung zero kasus PMK," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Disnakeswan Tulungagung melakukan sidak ke PHT di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol. Tujuannya, untuk melihat kondisi hewan dan aktivitas jual beli di PHT.
"Banyak pedagang dari luar Kediri, Blitar, Trenggalek yang datang ke PHT menjual sapi dan kambing. Makanya kami melakukan sidak pada saat pasaran," terangnya.
Dari hasil sidak, petugas tidak mendapati adanya sapi atau kambing yang terindikasi PMK. Artinya hewan ternak yang masuk ke PHT dipastikan dalam kondisi sehat.
"Kami sudah cek beberapa sapi dan kambing. Ternyata hewan dalam kondisi sehat, mata jernih, hidung berair dan badannya proposional," pungkasnya.
Baca juga:
Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille
Disisi lain, meski kasus PMK terjadi lonjokan dibeberapa daerah, harga sapi dan kambing masih stabil. Untuk harga sapi diantara Rp 25 hingga Rp 30 juta. Sedangkan kambing diharga Rp 1,6 hingga Rp 3,4 juta tergantung beratnya.
"Tadi saya tanya beberapa pedagang ada yang menjual diangka Rp 27,5 juta untuk sapi jantan dan Rp 22,5 juta untuk sapi betina," paparnya.
Agus mengungkapkan, dari 59 sapi yang terjangkit PMK kondisi masih sakit. Namun saat ini sudah dalam proses pengobatan. Apabila sapi yang terjangkit PMK sudah mendapat vaksin, cenderung lebih cepat penyembuhannya.
Baca juga:
Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung
"Kami belum mendapatkan laporan adanya ternak yang mati akibat terjangkit PMK," ungkapnya.
Tulungagung juga sudah mendapatkan alokasi vaksin PMK untuk tahap pertama. Adapun jumlanya mencapai 17.000 dosis yang akan diberikan melalui puskeswan.
"Target kami awal Maret vaksinasi PMK sudah selesai untuk tahap pertama. Nanti kami akan usulkan kembali untuk alokasi vaksin PMK tahap selanjutnya," pungkasnya.