Pixel Code jatimnow.com

Fraksi PPP Jember Minta SPPG Penyebab Keracunan Siswa dan Guru Disanksi Tegas

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana. (Sugianto)
Foto: Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana. (Sugianto)

jatimnow.com-Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jember meminta pihak terkait agar memberikan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai MBG hingga menyebabkan dugaan keracunan bagi siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian yang ada di SMPN 1 Umbulsari. Tentunya, SPPG di perlu memperketat, memperhatikan lagi dari pada keamanan pangan, kebersihan dan gizi yang seimbang," ujar Ketua Fraksi PPP DPRD Jember, Ikbal Wilda Fardana, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, secara struktur SPPG sudah lengkap, terdapat ahli gizi dan tenaga lainnya. Mereka harus mengutamakan kebersihan makanan sehingga tidak mengurangi minat atau nafsu makan penerima.

"Itu yang perlu diperhatikan. Karena, kalau kejadian ini kembali terulang, ini akan menajdi dampak pada SPPG yang lain juga, ini akan menjadi trauma kepada siswa yang menerima MBG tersebut. Contoh seperti SMPN 1 Umbulsari yang kemarin siswa dan gurunya mengalami mual, muntah, diare, ini ketika mau menerima MBG lagi pasti akan menjadi trauma," ungkap Ikbal.

Anggota DPRD asal Daerah Pemilihan 7 Jember ini menyarankan, agar pihak guru memberikan sampling atau mengecek terlebih dahulu MBG yang baru tiba di sekolah, sebelum dibagikan ke penerimanya.

Baca juga:
Ratusan Jabatan Kepsek di Jember Kosong, DPRD Desak Dispendik Lakukan Pengisian

"Karena porsi yang dimasak luar biasa banyak, jadi butuh perhatian terhadap makanan yang diolah tersebut," urainya.

Dengan peristiwa keracunan yang terjadi di SMPN 1 Umbulsari ini, Ikbal meminta pihak terkait agar memberi sanksi tegas kepada SPPG.

"Kalau tidak ada sangsi tegas gimana? Baik dari penggantian makanan yang sudah diserahkan atau yang menyebabkan keracunan atau tidak layak untuk dimakan, atau juga p engembalian anggaran mungkin, karena sudah dianggarkan," tegasnya.

Baca juga:
Program Oplah di Jember Mendapat Sorotan, Warga Duga Ada Mark Up Anggaran

Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran oleh SPPG agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi lagi.

"Kita semua mendukung, karena program ini bagus. Namun dibawah atau penerima juga perlu diperhatikan, jangan sampai berdampak buruk bagi penerima," tandasnya.