jatimnow.com - Sebagai entitas bisnis di sektor dengan profil risiko tinggi (high-risk sector), PT Pertamina Patra Niaga terus memperketat standarisasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Langkah tersebut diambil guna menjamin keberlangsungan operasional dan meminimalkan kerugian akibat insiden kerja, terutama di titik vital seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Memanfaatkan momentum Bulan K3 Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menggelar Safety Campaign secara intensif pada 5-6 Februari 2026.
Aksi korporasi yang berlokasi di SPBU 5160165 Jemursari dan SPBU 5160177 Soetomo ini menyasar konsumen di area dengan trafik transaksi tertinggi di Surabaya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas bisnis.
"Budaya HSSE tidak hanya menjadi kewajiban internal, tetapi juga harus diimplementasikan secara kolaboratif bersama konsumen. Melalui kampanye ini, kami menanamkan kesadaran akan risiko teknis, mulai dari bahaya frekuensi gawai hingga prosedur pengisian mesin menyala yang berpotensi memicu insiden," jelas Ahad, Jumat (06/2/2026).

Baca juga:
PGN Masuk Jajaran Elite Bisnis Asia Pasifik 2026
Selain aspek teknis keselamatan, Pertamina juga memberikan edukasi terkait kepatuhan regulasi penyaluran energi.
Hal ini mencakup tata cara penggunaan jeriken dan mekanisme pembelian BBM bersubsidi menggunakan surat rekomendasi, sesuai dengan skema penugasan pemerintah.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan distribusi energi tepat sasaran dan sesuai dengan koridor hukum.
Secara korporasi, rangkaian Bulan K3 tahun ini mengusung visi "Advancing HSSE Excellence Through The Implementation of A Professional, Reliable, and Collaborative to Strengthen Safety Culture".
Baca juga:
Gandeng Pertamina, DPC Hiswana Migas Malang Siapkan Ribuan Snack untuk Jamaah NU
Ahad menyebutkan bahwa penguatan budaya keselamatan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui komitmen kepemimpinan (leadership commitment) dan program yang aplikatif di lapangan.
Edukasi yang dikemas secara interaktif dengan pemberian apresiasi kepada konsumen ini diharapkan mampu menekan angka unsafe act dan unsafe condition di area lembaga penyalur.
"Operasional yang aman dan andal adalah prioritas utama kami dalam melayani kebutuhan energi nasional," tutup Ahad.