Pixel Code jatimnow.com

Anggaran Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tulungagung Tahun Ini Capai Rp300 Miliar

Editor : Bramanta  
Foto: Proses perbaikan ruas jalan yang rusak di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan oleh Dinas PUPR. (Dinas PUPR/jatimnow.com)
Foto: Proses perbaikan ruas jalan yang rusak di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan oleh Dinas PUPR. (Dinas PUPR/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tulungagung menjadi prioritas pembangunan jalan pada tahun 2026. Bahkan dengan anggaran ratusan miliar, ditargetkan 70 persen ruas jalan di Tulungagung dalam keadaan mulus pada tahun ini.

Plt Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik mengatakan, tahun ini Pemkab telah menganggarkan Rp300 miliar. Diketahui, anggaran fantastis itu nantinya akan dipakai untuk pembangunan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026.

Pembangunan infrastuktur jalan itu meliputi pemeliharaan terhadap jalan yang rusak, maupun rekonstruksi jalan atau pembangunan ulang yang disesuaikan dengan spesifikasi tertentu. Pihaknya memproyeksikan jika perbaikan infrastruktur jalan tersebut bisa mencapai sejauh 100 kilometer.

"Terkait lokasinya mana saja, datanya sudah ada dari Bappeda Tulungagung. Alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan itu senilai Rp300 miliar dengan target 100 kilometer," ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Secara rinci, ungkap Sodik, perbaikan jalan di tahun 2026 ini akan lebih diprioritaskan pada empat wilayah di Tulungagung dengan menyasar jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). Empat wilayah itu diantaranya meliputi Kecamatan Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat dan Kecamatan Besuki.

Baca juga:
Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille

Kondisi ruas jalan pada empat kecamatan itu, diketahui dalam keadaan rusak berat dan perlu perbaikan berupa rekonstruksi jalan, sehingga konstruksinya akan diubah. Dikarenakan ruas jalan tersebut masuk wilayah pegunungan dan kerap dilalui kendaraan berat, maka jalan yang rusak akan dibongkar dan dibangun kembali menggunakan cor beton.

"Kalau rekonstruksi jalan, 90 persennya akan menggunakan cor beton, sehingga jalan lebih awet dan tahan dari air. Apalagi jalan di wilayah itu sering dilalui kendaraan berat," ungkapnya.

Sodik menyebut, proses rekonstruksi jalan tersebut nantinya akan mulai dilakukan pekerjaan fisik pada bulan Mei 2026 mendatang, mengingat prosesnya memerlukan waktu yang lama. Hal ini dilakukan lantaran dua bulan lagi sudah masuk hari raya Idul Fitri, sehingga pembangunan tidak mengganggu pengguna jalan.

Baca juga:
Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung

Sedangkan untuk ruas jalan lainnya, seperti ruas jalan di wilayah perkotaan akan dilakukan proses pemeliharaan saja dengan memperbaiki ruas jalan yang berlubang. Proses pemeliharaan ini akan mulai dikerjakan pada bulan Februari 2026 dan akan menggunakan aspal hotmix, sehingga diharapkan kemantapan jalan bisa mencapai 70 persen di tahun 2026.

"Sesuai batas yang telah ditentukan Kementerian PUPR, kemantapan jalan di daerah bisa mencapai 70 persen, sedangkan saat ini masih 63 persen saja," pungkasnya.