Pixel Code jatimnow.com

PKB Jatim Tegaskan Arah Baru Kebermanfaatan untuk Masyarakat

Editor : Ni'am Kurniawan  
Pengukuhan pengurus baru diikuti Rakerwil Pengurus DPW PKB Jatim (foto: Fatkhur Riski/jatimnow.com)
Pengukuhan pengurus baru diikuti Rakerwil Pengurus DPW PKB Jatim (foto: Fatkhur Riski/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya, Sabtu (14/2/2026). 

Forum ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah baru perjuangan PKB di Jawa Timur.

Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu melampaui capaian elektoral dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting bagi PKB adalah menjalankan mandat kelahiran partai, melayani dan mengabdi untuk kemajuan serta kesejahteraan warga. Kemenangan bukan tujuan akhir, tetapi pintu untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas,” ujar Halim dalam sambutannya.

Menurutnya, PKB Jawa Timur menghadapi tantangan besar ke depan, mulai dari persoalan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, kemiskinan, lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan sumber daya manusia. 

Di sisi lain, komposisi pemilih yang semakin didominasi generasi muda menuntut pendekatan politik yang lebih adaptif dan relevan.

“Kita tidak boleh hanya menjadi mesin pemenang pemilu. PKB harus menjadi institusi layanan politik yang berkelanjutan. Politik harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat setiap hari,” tegasnya.

Halim menyebut kemenangan PKB di Jawa Timur pada Pemilu 2024 dengan raihan lebih dari 4,75 juta suara dan 27 kursi DPRD provinsi sebagai modal kuat untuk melangkah lebih jauh. 

Namun ia mengingatkan, kemenangan berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui soliditas organisasi dan kaderisasi yang terstruktur hingga tingkat akar rumput.

Baca juga:
Panas! Gus Halim hingga Cak Thoriq Masuk Bursa Calon Ketua di Muswil PKB Jatim

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Muhammad Hanif Dhakiri, menekankan pentingnya transformasi politik agar mampu menjawab ekspektasi publik yang terus meningkat.

“Rakyat tidak cukup hanya stabil. Mereka ingin hidup lebih pasti, lebih adil, dan lebih sejahtera. Mereka ingin pekerjaan terjaga, harga tidak melonjak, pendidikan dan layanan kesehatan mudah diakses, serta masa depan yang tidak membuat waswas,” ujar Hanif.

Ia menilai, dalam situasi tekanan ekonomi global dan percepatan perubahan teknologi, politik tidak bisa dijalankan secara biasa-biasa saja. Partai, kata dia, harus “naik kelas” dalam cara berpikir, cara bekerja, serta kualitas kepemimpinan kader.

Hanif memperkenalkan empat orientasi utama yang perlu diperkuat, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan. Politik kehadiran berarti kader selalu berada di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum pemilu. 

Politik pelayanan diwujudkan dalam kerja konkret membantu persoalan warga, dari akses jaminan kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi kecil. Sementara politik keteladanan dan kepemimpinan menuntut integritas serta keberanian memimpin arah perubahan.

Baca juga:
PKB Jatim Ajak PMII Kritis pada Kinerja Pemerintah

“Kalau partai bekerja biasa-biasa saja, yang muncul adalah ketidakpercayaan. Dan ketika kepercayaan hilang, demokrasi kehilangan makna,” katanya.

Muskerwil DPW PKB Jawa Timur ini juga merumuskan visi periode 2026–2031, yakni melipatgandakan kemenangan berkelanjutan yang berkemanfaatan. Visi tersebut ditopang penguatan tata kelola organisasi yang lebih modern, adaptif, dan efektif hingga tingkat ranting.

 

Reporter: Fatkhur Riski