jatimnow.com-Warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung protes jalan rusak bertahun-tahun tanpa ada perbaikan dari pemerintah. Aksi protes dilakukan dengan menanam belasan batang pohon pisang di jalan berlubang.
Warga juga memasang tulisan sindiran kepada pemerintah 'Awas Area Rawa-Rawa'. Jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Jembatan Ngujang 2 Tulungagung. Sehingga banyak kendaraan yang mengakses jalan tersebut.
Salah satu warga, Ahmad Amirudin (56) mengatakan, penanaman belasan pohon pisang dilakukan oleh warga Desa Sambirobyong, Senin malam, (16/02/2026). Pohon pisang ditanam di sepanjang jalan rusak sebagai penanda untuk pengendara.
"Penanaman pohon pisang kemarin malam. Dilakukan warga secara gotong royong," ujarnya, Selasa (18/2/2026).
Kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Awalnya kerusakan jalan hanya sedikit, tapi karena tidak ada perbaikan kerusakan jalan semakin banyak.
"Pernah ada perbaikan tambal sulam saja. Itupun tidak bertahan lama, jalan sudah rusak lagi," terangnya.
Amirudin menjelaskan, awalnya jalan di Desa Sambirobyong tidak seramai sekarang. Sejak dibangun Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, jalan di Desa Sambirobyong menjadi jalur alternatif bagi masyarakat.
Baca juga:
Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille
"Sekarang hampir 24 jam kondisi jalan tidak pernah sepi dari pengendara. Disisi lain, kondisi jalan banyak yang rusak," jelasnya.
Menurutnya, kondisi jalan rusak mencapai panjang 2 kilometer. Mulai dari Desa Sambirobyong Kecamatan Sambirobyong hingga Desa Pulotondo Kecamatan Ngunut. Seringkali pengendara jatuh akibat jalan rusak.
"Wah kalau kecelakaan itu sudah sering terjadi. Bahkan ada pengendara yang membonceng anaknya terjatuh akibat jalan rusak," paparnya.
Warga yang sudah bosan menunggu janji Pemkab Tulungagung sudah sering melakukan penambalan jalan rusak. Penambalan jalan dilakukan secara swadaya tanpa bantuan dari pemerintah.
Baca juga:
Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung
"Warga sempat melakukan nambal jalan sendiri dengan semen. Tapi karena hujan dan kemampuan yang terbatas, jalan rusak kembali," ungkapnya.
Amirudin berharap agar Pemkab Tulungagung segera melakukan perbaikan jalan rusak. Sudah banyak korban kecelakaan akibat jalan tak kunjung diperbaiki pemerintah.
"Harapan warga sederhana, jalan ini digunakan oleh banyak orang. Masyarakat sudah tertib bayar pajak, tapi jalan rusak kok tidak segera cepat dibangun," pungkasnya.