jatimnow.com-Sebanyak 10.261 pengendara terjaring Operasi Keselamatan Semeru 2026 oleh Satlantas Polres Tulungagung. Penindakan pelanggaran lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga mengalami meningkat signifikan selama pelaksanaan operasi tersebut.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila mengatakan, pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru dilakukan sejak tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi bertujuan untuk menciptakan kodisi yang kondusif serta meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas.
"Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilakukan dalam tiga jenis kegiatan. Diantaranya kegiatan preventif, preemtif dan represif," ujarnya, Kamis (19/2/20266).
Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 total pelaksanaan giat preemtif mencapai 20.522 kegiatan. Sedangkan pada tahun 2025, pelaksanaan giat preemtif diangka 12.544 kegiatan.
"Kegiatan preemtif yang dilakukan terkait sosialisasi tertib berlalu lintas. Dengan sasaran lembaga pendidikan, angkutan umum dan sebagainya," terangnya.
Taufik menjelaskan, untuk giat preventif yang dilakukan selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 mencapai 20.552 kegiatan. Sedangkan pada tahun 2025 jumlah giat preventif diangka 11.687 kegiatan.
"Kegiatan preventif meliputi teguran kepada pelanggar lalu lintas, melakukan ramp chek angkutan umum hingga cek urine," paparnya.
Terakhir adalah giat represif. Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 tercatat ada 10.261 pelanggar lalu lintas yang terjaring. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2025 hanya 3.264 pelanggar.
"Dalam giat reprsif terbagi menjadi tiga jenis penindakan. Yakni melalui ETLE statis dan mobile, tilang manual dan teguran," ungkapnya.
Taufik mengungkapkan, pelanggar yang tercapture ETLE mencapai 1.715 orang. Sedangkan pada tahun 2025, penindakan melalui ETLE hanya 805 pelanggar.
Baca juga:
Sidak Gas LPG di Tulungagung, Temukan Antrian Pembelian di Pangkalan
"Mereka terjaring melalui kamera ETLE statis yang berada di simpang empat tamanan dan ETLE mobile yang melakukan patroli," imbuhnya.
Sedangkan untuk penindakan tilang manual dilakukan kepada 169 pelanggar lalu lintas. Dan untuk tindakan teguran diberikan kepada 8.372 pelanggar lalu lintas.
"Rata-rata pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm atau pengendara yang masih di bawah umur," ucapnya.
Selain itu, Satlantas Polres Tulungagung juga melakukan operasi knalpot brong. Total ada 52 motor terjaring operasi dan kini diamankan di Satlantas Polres Tulungagung.
"Pemilik motor knalpot brong kami lakukan tilang. Nanti jika ingin mengambil motor harus membawa kelengkapan surat dan harus mengganti knalpot standart di kantor Satlantas," ujarnya.
Baca juga:
Polres Tulungagung Larang Penggunaan Sound Horeg Dalam Kegiatan SOTR
Saat ini sudah ada 25 kendaraan knalpot brong yang diambil pemiliknya. Sedangkan 30 motor masih berada di kantor Satlantas Polres Tulungagung.
"Rata-rata yang terjaring operasi knalpot brong adalah pelajar. Mereka harus menghadirkan orang tua jika ingin mengambil motor, untuk membuat surat pernyataan," jelasnya.
Taufik berharap dengan dilakukan Operasi Keselamatan Semeru 2026, masyarakat Tulungagung bisa lebih tertib lalu lintas. Sehingga masyarakat bisa lebih aman dan mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas.
"Dari hasil operasi kami masih banyak menemukan masyarakat yang enggan tertib lalu lintas. Semoga setelah operasi, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat," pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-82454-operasi-keselamatan-semeru-di-tulungagung-telah-rampung-ini-hasilnya