Pixel Code jatimnow.com

Antisipasi Harga Gabah Anjlok, DPRD Jember Minta Sekda Koordinasi dengan Bulog

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Komisi B DPRD Kabupaten Jember meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) segera berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah saat musim panen di tengah tingginya curah hujan.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan curah hujan yang tinggi di wilayah Jember menyebabkan kadar air pada gabah hasil panen meningkat. Kondisi tersebut membuat Bulog tidak dapat menyerap seluruh hasil panen petani karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

“Ketentuannya kadar air pada gabah tidak lebih dari 30 persen. Namun karena curah hujan tinggi, kadar air menjadi berlebih. Akibatnya ketika diproduksi menjadi beras dapat merusak mesin maklon dan harganya juga turun,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, tanpa campur tangan pemerintah, gabah milik petani berpotensi tidak terserap oleh Bulog. Hal itu juga dapat menyebabkan harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp6.500 per kilogram tidak tercapai di tingkat petani.

Candra berharap Sekda dapat segera melakukan koordinasi dengan pihak Bulog agar petani maupun Bulog tidak mengalami kerugian. Selain itu, pemerintah juga diminta segera melakukan sosialisasi mengenai standar kualitas gabah yang dapat diserap Bulog.

“Setidaknya Sekda bisa cepat berkoordinasi agar petani dan Bulog sama-sama tidak dirugikan. Sosialisasi tentang standar gabah yang bisa masuk ke Bulog juga perlu segera dilakukan,” tuturnya.

Baca juga:
Satgas MBG Jember Ancam Coret Dapur SPPG yang Pangkas Anggaran

Sementara itu, seorang petani asal Kecamatan Kalisat, Hendrik Wibawono, mengaku bersyukur apabila DPRD Jember dapat memfasilitasi komunikasi antara petani dan Bulog di tengah kondisi sulit saat ini.

Ia menuturkan tingginya curah hujan tidak hanya meningkatkan kadar air pada gabah, tetapi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jember bagian timur dan utara. Kondisi tersebut membuat tanaman padi tergenang air sehingga menyerap air secara berlebih.

“Namun mau bagaimana lagi, hujan tidak bisa dihalangi. Satu-satunya cara kami meminta bantuan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga:
Tiga SPPG di Jember Disanksi BGN, Gus Fawait Beri Arahan Dari Makkah

Sebagai informasi, Bulog Cabang Jember mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 118 ribu ton sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur sekaligus melampaui target penyerapan yang telah ditetapkan.

Sementara untuk tahun 2026, pihak Bulog belum dapat merilis data penyerapan gabah karena sejumlah faktor, termasuk tingginya curah hujan yang memengaruhi kualitas hasil panen petani.