Pixel Code jatimnow.com

Satlantas Polres Tulungagung Petakan Wilayah Rawan Kecelakaan dan Kemacetan

Editor : Bramanta  
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang mudik lebaran masyarakat diminta agar selalu hati-hati saat di jalan raya. Satlantas Polres Tulungagung telah memetakan sejumlah wilayah titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kemacetan (troble spot) saat mudik Lebaran 2026.

"Kami sudah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan rawan mancet di Tulungagung jelang mudik Lebaran 2026," ujar KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan hasil data Satlantas Polres Tulungagung, ada beberapa wilayah yang masuk dalam titik rawan kecelakaan. Lokasi black spot sifatnya dinamis, melihat kepadatan jumlah kendaraan. Sehingga lokasi black spot dapat berubah sewaktu-waktu.

"Dari data kecelakaan, kasus terbanyak berada di Kecamatan Boyolangu dan Campurdarat. Dua titik ini termasuk wilayah rawan terjadi kecelakaan di Tulungagung," terangnya.

Tingkat kecelakaan juga berbanding lurus dengan tingginya kepadatan kendaraan di jalan tersebut. Sehingga masyarakat atau pengguna jalan harus selalu waspada dan hati-hati saat melalui jalur black spot.

"Rata-rata kecelakaan yang terjadi melibatkan kendaraan roda empat dengan roda dua. Sehingga pengguna jalan harus selalu hati-hati saat berkendara," jelasnya.

Kecamatan Boyolangu dan Campurdarat seringkali digunakan pemudik untuk menuju lokasi wisata. Sehingga saat mudik Lebaran cenderung mengalami kenaikan jumlah kendaraan.

Baca juga:
Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Satlantas Polres Tulungagung memprediksi kenaikan jumlah kendaraan mulai terjadi pada H-7 Lebaran. Ada beberapa ruas jalan yang akan mengalami kenaikan jumlah kendaraan pada arus mudik.

"Jika sebelum Lebaran biasanya troble spot berada di dalam kota. Seperti Jembatan Lembu Peteng, Jembatan Plengkung, Pasar Wage, Pasar Sore dan Pasar Ngemplak," paparnya.

Sedangkan untuk wilayah troble spot H+ Lebaran akan bergeser ke jalur menuju wisata. Hal ini mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga memanfaatkan libur Lebaran untuk menghabiskan waktu bersama keluara pergi ke tempat wisata.

"Salah satu jalur yang sering terjadi penumpukan kendaraan saat libur Lebaran adalah simpang tiga Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung. Penumpukan kendaraan sering terjadi saat sore hari," ungkapnya.

Baca juga:
Pamit Memancing, Pria di Tulungagung Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan saat mudik Lebaran, Satlantas Polres Tulungagung akan memasang pembatas jalan dan melakukan rekayasa lalu lintas.

"Kami juga siapkan tim patroli disejumlah titik rawan troble spot. Apabila terjadi penumpukan kendaraan petugas patroli akan berusaha mengurangi," pungkasnya.

 

Wanita Asal Blora Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro
Peristiwa

Wanita Asal Blora Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro

Sedikitnya 40 personel tim SAR gabungan bahu-membahu menyisir aliran sungai. Tim menerjunkan empat unit perahu karet yang berasal dari Basarnas, BPBD Bojonegoro, BPBD Blora, dan relawan Cepu Adventure.