jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau banjir di Jalan Raya Kecamatan Mumbulsari, Senin (6/4/2026) malam. Gus Fawait menyebut, penyebab utama banjir luapan ini adalah sedimentasi sungai serta tumpukan sampah.
"Kami tadi sedang ada acara (Bunga Desaku) dan langsung meninjau lokasi. Kondisinya memang air sungai sudah meluap hingga menutupi badan jalan," ujar Gus Fawait.
Hasil pengamatan di lapangan, Gus Fawait mengidentifikasi penyebab utama banjir luapan ini adalah sedimentasi atau pendangkalan sungai serta tumpukan sampah, sehingga debit air yang tinggi tidak lagi tertampung.
Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Jember segera mengerahkan alat berat untuk penanganan darurat di lokasi terdampak. Namun, untuk normalisasi sungai secara menyeluruh, Gus Fawait menekankan perlunya koordinasi dengan pemerintah tingkat atas.
"Ini harus segera pengerahan alat berat untuk pembersihan sampah dan pengerukan darurat. Melakukan pemetaan titik-titik sungai yang mengalami pendangkalan serius dan berisiko banjir," tegasnya.
Baca juga:
Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan
Pihaknya pun akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat karena status kewenangan pengelolaan sungai tersebut berada di bawah otoritas mereka.
Sementata itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyatakan kesiapan legislatif dalam mendukung anggaran penanggulangan bencana. Ia menyebut, Pemkab Jember memiliki pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp15 miliar pada APBD awal 2026.
Baca juga:
Kota Jinhua Tiongkok Buka Peluang Kerja Sama Sister City dengan Jember
"Anggaran BTT ini bisa langsung digunakan untuk kepentingan kedaruratan. Jika nantinya dirasa kurang untuk menangani dampak banjir tahun ini, akan kami bahas penambahannya pada Perubahan APBD 2026 mendatang," jelas Halim.
Selain anggaran daerah, Halim menambahkan bahwa Kabupaten Jember juga mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan infrastruktur air, termasuk pembangunan embung dan saluran penahan air yang akan segera direalisasikan.