Pixel Code jatimnow.com

Tersangka Pelecehan Pasien Jalani Sidang Perdana Praperadilan

Winda (jilbab hitam, baju hijau) dan Munfarid (belakang, batik hijau) saat menunggu sidang dimulai di PN Surabaya.
Winda (jilbab hitam, baju hijau) dan Munfarid (belakang, batik hijau) saat menunggu sidang dimulai di PN Surabaya.

jatimnow.com - Ruang sidang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (19/3/2018), dipadati pengunjung termasuk awak media. Sebab, dalam ruangan itu, diagendakan sidang perdana praperadilan yang diajukan Zunaidi Abdillah (ZA) kepada Polrestabes Surabaya.

ZA sendiri merupakan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual seorang pasien di National Hospital Surabaya.

Permohonan praperadilan  ZA itu sendiri diwakili oleh Sholeh, kuasa hukumnya pada 5 Maret 2018 lalu. Dan oleh PN Surabaya diterima dengan nomor gugatan : 16/praper/2018/PNSby.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan, Senin (19/3/2018) yang dijadwalkan pukul 10.00 Wib, hingga pukul 11.15 Wib, belum dimulai.

Baca Juga: Tersangka Dugaan Pelecehan Pasien Wanita Praperadilkan Polisi

Baca juga:
Puluhan Anak di Lamongan jadi Korban Kekerasan Selama 2025

Selain Sholeh, nampak sejumlah teman ZA juga hadir. Yang menarik, Winda Rimawati (30) istri ZA, juga datang didamping ayah kandung ZA, yaitu Munfarid (58).

"Kami kesini untuk memberikan dukungan atas sidang praperadilan suami saya ini," kata wanita berjilbab ini. Winda dan Munfarid sendiri datang tepat pukul 10.40 Wib di PN Surabaya.

Baca juga:
Gus Elham, Pendakwah Asal Kediri Minta Maaf Usai Heboh Cium Anak Perempuan

ZA sendiri diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Jumat (26/1/2018) pagi sekitar pukul 05.10 Wib.

Dia dimankan setelah Widya, pasien RS National Hospital melapor telah menjadi korban pelecehan Zunaidi.Setelah diperiksa, Zunaidi akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam