Pixel Code jatimnow.com

Libur Sekolah, KAI Ingatkan Bahaya Main Layangan dan Selfie di Rel

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Sosialisasi bahaya bermain di rel kereta api. (Foto: Humas Daop 8 Surabaya for jatimnow.com)
Sosialisasi bahaya bermain di rel kereta api. (Foto: Humas Daop 8 Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Memasuki masa libur panjang sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat. KAI melarang keras warga, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak bermain maupun melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur rel kereta api. 

Pelaksana Harian (Plh) Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Reynold Parulian Napitupulu, menegaskan bahwa jalur rel adalah kawasan terbatas yang sangat berbahaya. KAI meminta peran aktif orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan anak-anak selama masa liburan ini. 

"Jalur kereta api bukan tempat bermain. Kereta api memiliki dimensi yang sangat besar, melaju dengan kecepatan tinggi, dan tidak dapat berhenti secara mendadak. Masyarakat harus menjaga jarak aman demi mencegah kecelakaan fatal," tegas Reynold, Selasa (23/6/2026). 

Reynold menyoroti fenomena yang kerap terjadi saat musim liburan, di mana banyak anak-anak menghabiskan waktu di luar rumah dengan bermain layang-layang, bersepeda, nongkrong, hingga berswafoto (selfie) di pinggir rel. Aktivitas tersebut dinilai sangat mengancam keselamatan nyawa. 

Selain larangan bermain di sekitar rel, KAI Daop 8 Surabaya juga menyoroti bahaya tindakan vandalisme dan pelemparan batu ke arah kereta api yang sedang melaju. 

Baca juga:
5 Tips Mencari Tiket Kereta Surabaya Jogja Paling Murah untuk Liburan Hemat

Menurut Reynold, aksi iseng melempar batu sangat berakibat fatal karena dapat memecahkan kaca gerbong, melukai penumpang, hingga mengganggu konsentrasi masinis. Hal ini juga berlaku untuk aksi vandalisme seperti pencoretan gerbong, perusakan pagar pengaman, hingga peletakan benda asing di atas rel. 

"Apa yang mungkin dianggap sebagai candaan atau kenakalan sesaat dapat berakibat fatal dan membahayakan banyak orang. Tindakan vandalisme maupun pelemparan batu adalah perbuatan melawan hukum dan dapat dijerat sanksi pidana," paparnya. 

Sepanjang 2026, KAI Daop 8 Surabaya tercatat telah melakukan 72 kali kegiatan sosialisasi keselamatan yang menyasar sekolah-sekolah, pengendara di perlintasan sebidang, dan permukiman warga sekitar rel. 

Baca juga:
Libur Panjang, Penumpang Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 253 Ribu Orang

Untuk mengamankan masa libur sekolah ini, petugas KAI Daop 8 Surabaya juga telah meningkatkan frekuensi patroli keamanan dan pemeriksaan jalur. 

"Kami akan terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan setempat. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika melihat adanya aktivitas yang membahayakan operasional perjalanan kereta api," tutup Reynold.