jatimnow.com - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi forum musyawarah tertinggi Nahdliyin. Perhelatan tersebut juga diramaikan ruang literasi dan pemberdayaan warga melalui Kampung Literasi Gang Aufa.
Berada tepat di sebelah barat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kampung Literasi Gang Aufa menjadi salah satu ruang publik yang disiapkan untuk menyambut muktamirin dan masyarakat umum.
Secara administratif, kawasan itu berada di RT 01 Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang. Kehadirannya diinisiasi secara kolaboratif oleh warga Gang Aufa bersama Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang.
Kampung Literasi dirancang tidak sekadar sebagai tempat berburu buku. Kawasan tersebut menggabungkan aktivitas edukasi, seni dan budaya dengan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyansyah, mengatakan ruang tersebut terbuka bagi para muktamirin maupun masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman literasi sekaligus membawa pulang koleksi buku.
"Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU," ujar Andri kepada Tambakberas.id, Senin (17/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan pencinta buku, panitia menggandeng belasan penerbit dari berbagai daerah di Indonesia. Koleksi yang ditawarkan mencakup beragam tema, mulai dari pengetahuan umum, keislaman hingga literatur mengenai Nahdlatul Ulama.
Namun, aktivitas di Kampung Literasi tidak berhenti pada jual beli buku. Sejumlah diskusi dan bedah buku juga disiapkan untuk menghidupkan ruang dialog selama berlangsungnya Muktamar ke-35 NU.
Baca juga:
Tokoh Muda NU Jatim Dorong Muktamar ke-35 Bebas Politik Transaksional
Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa. Sejumlah lembaga, penerbit, aktivis pergerakan dan penulis dari berbagai latar belakang dijadwalkan terlibat dalam agenda kajian.
Konsep tersebut membuat Kampung Literasi tidak hanya menjadi tempat persinggahan muktamirin, tetapi juga ruang bertukar gagasan di tengah perhelatan akbar NU.
Kehadiran Kampung Literasi juga memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk mengambil manfaat ekonomi dari gelaran Muktamar ke-35 NU.
Sepanjang Gang Aufa, puluhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pedagang lokal ikut ambil bagian. Mereka menawarkan beragam makanan dan minuman, termasuk kuliner khas Jombang, kepada para pengunjung.
Baca juga:
Gus Ipang: Pesantren Harus Jadi Mesin SDM Unggul NU
Keterlibatan warga membuat aktivitas literasi berjalan beriringan dengan geliat ekonomi lokal. Pengunjung tidak hanya mendapatkan akses terhadap buku dan diskusi, tetapi juga dapat menikmati produk yang dijajakan masyarakat setempat.
Perpaduan literasi, budaya dan UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif selama Muktamar ke-35 NU.
Melalui Kampung Literasi Gang Aufa, masyarakat sekitar turut mengambil peran dalam menyambut puluhan ribu muktamirin dan pengunjung, sekaligus menjadikan momentum Muktamar NU sebagai ruang pertukaran pengetahuan, apresiasi budaya dan penguatan ekonomi warga.
URL : https://jatimnow.com/baca-86809-kampung-literasi-gang-aufa-ramaikan-muktamar-ke35-nu-di-jombang