jatimnow.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dari Fraksi Partai Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, berkomitmen untuk mengalokasikan penuh dana Pokok Pikiran (Pokir) tahun 2027 khusus bagi program pemberdayaan generasi muda.
Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas keluhan minimnya lapangan kerja yang layak, sekaligus mencegah terpaparnya anak muda Kota Malang dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan permasalahan sosial lainnya.
Komitmen tersebut disampaikan Ginanjar saat menggelar kegiatan Serap Aspirasi Masa Reses DPRD Kota Malang yang dihadiri ratusan pemuda dari 12 kelurahan se-Kecamatan Lowokwaru, Senin (6/7/2026) malam.
Ginanjar menyatakan, di Kota Malang ini hampir 50 persen penduduknya merupakan generasi muda yang berusia produktif antara 18 - 35 tahun. Dari jumlah itu, generasi muda di Kota Malang menjadi potensi sekaligus ancaman jika tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan baik.
"Permasalahannya sampai hari ini sedikit sekali sentuhan-sentuhan ke anak muda. Kami ingin anak muda bisa terhindar dari narkoba, perundungan, dan segala permasalahan sosial di masyarakat," ucap Ginanjar.
Ginanjar mengungkapkan bahwa legislatif selalu siap mengalokasikan dana pemberdayaan. Namun, kendala di lapangan adalah minimnya usulan program berbasis bottom-up (dari bawah ke atas) yang diajukan oleh kelompok karang taruna atau komunitas pemuda setempat.
Baca juga:
Petinggi Golkar Jatim Turun Gunung ke Pulau Bawean Serap Aspirasi
Dalam sesi diskusi, berbagai keresahan anak muda mencuat. Gesang, salah seorang pemuda asal Kelurahan Jatimulyo, menyoroti fenomena banyaknya tenaga kerja muda kreatif di Malang yang justru dibayar jauh di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR).
"Pemuda di Lowokwaru sangat kreatif tapi peluang kerjanya terbatas, banyak lowongan kerja cuma mereka hanya mampu memberikan gaji tidak layak, pemuda akhirnya memilih markir, padahal bisa mengembangkan kemampuannya," ujar Gesang, dalam diskusinya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ginanjar tidak menampik realita masih adanya perusahaan yang menggaji karyawan di bawah UMR. Sebagai solusi jangka panjang, ia menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar lapangan kerja berkualitas bermunculan.
Baca juga:
Serap Aspirasi Warga Secara Digital, DPRD Gresik Luncurkan e-Asmara
Lebih dari itu, Ginanjar mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi beralih menjadi wirausahawan mandiri. Ia berjanji akan merancang program pemberdayaan yang komprehensif, bukan sekadar retorika pelatihan.
"Ini kita dorong program bersifat pemberdayaan, bukan hanya retorika, pemberian skill dan juga alatnya. Di momen kali ini saya ingin di pokok pikiran di 2027 itu akan running akan dikhususkan ke generasi - generasi muda. Pokir 2025 - 2026 itu untuk fisik di kelurahan - kelurahan, 2027 tolong jngn sampai berhenti di sini tapi saya berikan untuk pemberdayaan anak muda, anak muda penuh kreativitas," jelasnya.