jatimnow.com - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur mendesak komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk menghentikan krisis kemanusiaan di Gaza.
Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu juga menilai tragedi yang terus berlangsung menjadi ujian bagi kredibilitas lembaga internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam menjaga perdamaian dunia.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, mengatakan konflik berkepanjangan di Gaza telah menimbulkan penderitaan besar bagi warga sipil.
Menurutnya, banyaknya korban jiwa, keluarga yang tercerai-berai, hingga hancurnya kehidupan masyarakat tidak boleh disikapi dengan sikap pasif karena pertimbangan politik maupun geopolitik.
"Gaza menjadi cermin kegagalan moral dunia. Ketika ribuan warga sipil kehilangan nyawa, keluarga tercerai-berai, dan kehidupan dihancurkan oleh konflik berkepanjangan, komunitas internasional tidak boleh berlindung di balik kepentingan politik dan kalkulasi geopolitik," ujar Musaffa, Rabu (22/7).
Ia menegaskan perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik negara maupun kepentingan global.
"Dunia tidak boleh kehilangan nurani. Tidak boleh ada standar ganda dalam membela kemanusiaan. Ketika hukum internasional hanya berlaku bagi sebagian pihak dan tidak mampu melindungi korban yang tidak berdaya, maka legitimasi sistem global sedang dipertaruhkan," tegasnya.
Baca juga:
Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan
Musaffa juga menilai situasi di Gaza menjadi momentum untuk mengevaluasi peran PBB. Ia berpendapat lembaga internasional itu perlu kembali pada mandat awal sebagai penjaga perdamaian dan pelindung kemanusiaan.
"Hapus hak veto, wujudkan persamaan kedaulatan negara. PBB harus kembali kepada tujuan awalnya: menjadi penjaga perdamaian dan pelindung kemanusiaan, bukan menjadi ruang kompromi politik yang membuat penderitaan manusia terus berlangsung," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan dunia internasional berhak menuntut perubahan apabila PBB dinilai tidak lagi mampu menjalankan fungsi utamanya secara efektif.
"Jika PBB tidak lagi jelas menjalankan fungsinya dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan, maka masyarakat dunia berhak mempertanyakan kembali keberadaannya. Sebuah lembaga internasional harus memiliki keberanian untuk membela kemanusiaan. Jika tidak, maka reformasi total, bahkan pembentukan tata kelola dunia yang baru, harus menjadi pilihan yang terbuka," kata Musaffa.
Baca juga:
Panen Semangka Kuning Tuban, Ansor Siap Pasok MBG
Menurutnya, respons dunia terhadap krisis Gaza akan menjadi catatan penting dalam sejarah.
"Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang melakukan kekerasan, tetapi juga mencatat siapa yang memilih diam ketika kemanusiaan sedang diuji. Kemanusiaan harus berada di atas segala kepentingan negara," tuturnya.
PW GP Ansor Jatim turut menyerukan agar komunitas internasional mempercepat upaya penghentian penderitaan warga sipil, menjamin distribusi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta mendorong terbangunnya sistem tata kelola global yang lebih adil, demokratis, dan berorientasi pada perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.
URL : https://jatimnow.com/baca-86127-gp-ansor-jatim-serukan-penghapusan-hak-veto-pbb