jatimnow.com
Sajian Legendaris Bojonegoro, Wedang Tape Hitam yang Sulit Dilupakan

Wedang tape hitam sajian kuliner legendaris Bojonegoro sejak tahun 1950 (Avirista Midaada/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Anda sedang berada di Kabupaten Bojonegoro? Tak ada salahnya mencicipi tempat kuliner legendaris yakni wedang tape ketan hitam.

Ya, wedang tape hitam ini dijual sebuah warung sederhana di kawasan Jalan KH. Mas Mansyur Nomor 100, Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro kota, Kabupaten Bojonegoro.

Di tempat bernama Warung Ireng inilah minuman legendaris yang turun-temurun sejak tahun 1950 disajikan.

Siapa sangka dibalik kesederhanaan bangunan dari luar, ternyata tempat ini memiliki makanan dan minuman legendaris. Tentu yang menjadi ikon andalan warung ini adalah wedang tape ketan hitam.

Nama Warung Ireng sendiri menurut sang pemilik, Natalia (51), berawal dari kondisi warung ini yang menggunakan tungku kayu untuk memasak makanan dan minuman yang ada.

“Dari sana asapnya kan akhirnya nempel di dinding warung, makanya akhirnya dinamakan warung ireng,” ujar perempuan yang dipanggil Lia ini kepada jatimnow.com, Sabtu malam (10/10/2018)

Ia sendiri menjelaskan bahwa warung ini merupakan warisan dari nenek sang suami bernama Munti’ah, lalu diteruskan oleh sang mertua di generasi kedua yang bernama Sukarti.

Hingga setelah ibu mertua meninggal dunia, usaha keluarga ini ia teruskan sejak tahun 2005.

Memang bentuk bangunannya ya sama hanya dipercantik saja. "Dalam proses pembuatan wedang tape ketan hitamnya pun juga menggunakan alat, kalau dulu alami,” ujarnya.

Untuk membuat wedang tape ketan hitam, dirinya memerlukan bahan–bahan seperti tape ketan hitam, santan, gula, dengan seduhan air panas.

“Jadi dalam satu porsi gelas itu kita masukkan dulu tape ketan hitamnya, kemudian ditambahkan gula dan santan, baru terakhir disiram air panas,” jelasnya.

Dalam sehari setidaknya ia menghabiskan 3 kg tape ketan hitam, 12–13 buah kelapa untuk santan. "Itu kalau normalnya segitu. Kalau ramai ya nambah lagi bahannya,” tuturnya.

Menurutnya, dari awal berjualan sejak neneknya hingga sekarang, takaran wedang tak mengalami perubahan. Hanya Lia mengaku bahwa dirinya tak terlalu paham takaran tersebut. Mengingat yang paham komposisinya sang suami bernama Totok Suyanto.

“Yang meracik dan menakar itu suami saya. Saya tinggal meraciknya di gelas–gelas,” tukas perempuan satu anak ini.

Dari jumlah tersebut, maksimal 50 gelas wedang tape ketan hitam laris dibeli pembeli . Jumlah tersebut bertambah saat waktu libur tiba.

“ Bila waktu libur ya sekitar 80 gelas. Biasanya malah kurang segitu,” bebernya.

Nah bagi anda yang ingin menikmati segelas wedang tape ketan hitam, cukup merogoh kocek Rp 6.000 untuk gelas ukuran sedang dan Rp 12.000 untuk gelas berukuran jumbo.

Disamping menjajakan wedang tape ketan hitam, menu andalan lain yakni rujak cingur.

Makanan khas Jawa Timur ini dibanderol dengan harga per porsinya Rp 17.000, bila tambah nasi menjadi Rp 20.000 per porsinya.

“Ya kalau normalnya porsi menghabiskan 4 – 5 kg cingur. Tapi kalau lagi ramai liburan bisa sampai menghabiskan 8 kg cingur,” tandasnya.

Seorang pelanggan Mochammad Syafi’I menyatakan, wedang tape ketan hitam di warung ini memiliki citra rasa yang tak berubah sejak dahulu.

“Aroma tape ketan hitam dibalut santannya begitu terasa. Salah satu kuliner legendaris di Bojonegoro ini,” terangnya.

Loading...

Pelanggan lainnya Muhammad Anwar mengungkapkan tak bisa melupakan sajian wedang tape hitam meski dirinya telah merantau ke luar Bojonegoro.

"Kalau pas pulang Bojonegoro pasti mampir. Sejak saya masih kecil hingga sekarang rasanya tidak berubah," ungkap pria yang kini tinggal di Sidoarjo.

Penasaran mencoba wedang tape ketan hitam ala Bojonegoro yang sudah ada sejak tahun 1950-an? Datang langsung ke warung saja, warung ini buka mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.

Eits, tapi kalau memasuki liburan akhir pekan terlebih dipastikan stok wedang tape ketan hitam dan rujak cingur akan habis sebelum jam operasional warung selesai.

Jadi buruan untuk segera ke lokasi supaya tak kehabisan.

Berita Terkait