Unair Kukuhkan Mantan Ketua BPK RI sebagai Guru Besar

Editor: Erwin Yohanes / Reporter: Farizal Tito

Pengukuhan Guru Besar di Unair

jatimnow.com - Universitas Airlangga Surabaya kukuhkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Prof Harry Azhar Azis sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Bidang Spesialis Audit Keuangan Negara.

Dalam orasi ilmiahnya dia menyampaikan materi bertema Pemeriksaan Keuangan Negara: Upaya Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan keuangan negara semakin hari semakin baik karena diawasi serta diperiksa dengan baik.

Namun ia menyarankan agar pemeriksaan keuangan negara kedepannya  tidak hanya menekankan pada prinsip kepatuhan pada perundang-undangan saja, melainkan harus mampu mewujudkan terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Dorongan itu diwujudkannya melalui metode penggabungan tiga teori yakni teori Kesejarahan, teori anggaran dan teori auditing.

"Saya ingin mendorong BPK makin memperbesar audit kinerjanya, di BPK ada tiga jenis audit keuangan, tujuan tertentu dan kinerja. Seharusnya makin diperkuat dari anggaran maupun penyelenggaraan untuk hal itu," terang Prof Harry ditemui usai prosesi pengukuhan Gubesnya di aula Garuda Mukti, Kampus C Unair, Senin (26/11/2018).

Ia mengatakan bahwa hal itu terlihat dari besaran persentase audit di BPK selama 19 tahun yang telah ditelitinya. Yaitu 50 persen audit keuangan, 30 persen audit untuk tujuan tertentu dan hanya 20 persen untuk audit kinerja.

"Misalnya selama 19 tahun yang saya teliti terjadi kenaikan anggaran sekitar 800 persen lebih tapi angka kemiskinan turun cuma 45 persen. Jadi menurut saya masih harus ditingkatkan. Begitu juga dengan pengangguran, begitu juga dengan indeks pembangunan Indonesia," papar Prof Harry.

"Jadi pertanyaannya, anggaran naik terus-menerus tapi kok kesejahteraan indikatornya menurun. Untuk siapa APBN itu? Yang pertama ini yang ingin saya kembangkan. Audit kinerja ini dapat diperkuat baik dari segi anggaran maupun personilnya," pungkasnya.

Dengan dikukuhkannya Prof. Harry Azhar Azis, maka FEB memiliki 24 guru besar aktif. Jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Semakin banyak guru besar menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang Unair miliki.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Moh Nasih mengatakan, Prof Harry Azhar sejak tiga tahun lalu menjadi dosen tidak tetap di FEB UNAIR. Dan sejak 20 Juli 2018, lalu Prof Harry Azhar mendapatkan SK dari Kemenristekdikti mendapat gelar akademik guru besar atau profesor.

"Saya berharap audit menjadi proses pemeriksaan keuangan yang terus berkembang dari masa ke masa. Dalam implementasinya, ketika pemeriksaan terus berkembang, mengharuskan keterkaitan antara pemeriksaan dan kesejahteraan di masyarakat," terangnya.

Selain itu, Prof Moh Nasih juga mengusulkan adanya perubahan pada audit yang dilakukan oleh BPK. Terutama atas perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0.

"Kami berpesan agar BPK turut mendukung percepatan perubahan pada instansi-instansi terkait yang dilakukan audit. Dan semoga menjadi pemacu kami dalam menyediakan pakar untuk kepentingan kemajuan bangsa," pungkasnya.

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter