Pesan Timses Jokowi ke TKD Bangkalan: Sampaikan Jokowi Bukan PKI

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Jajeli Rois

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat mengukuhkan TKD Kabupaten Bangkalan

jatimnow.com - Isu Presiden Jokowi keturunan PKI masih beredar di Bangkalan dan daerah lain di Madura. Bahkan isu tersebut sudah mewarnai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu. Lantas apa kiat Tim Sukses (Timses) Jokowi-Ma'ruf Amin menangkal isu itu jelang Pilpres 2019?

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Jokowi-KH Ma'ruf Amin menegaskan, Jokowi bukan PKI. Hal itu disampaikan di sela Deklarasi dan Pengukuhan TKD Kabupaten Bangkalan di kediaman KH. Linul Qolbi Hamzah di komplek Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin, Paserean, Arosbaya, Bangkalan, Selasa (4/12/2018).

"Kalau betul Jokowi PKI, tidak akan pernah menjadi Presiden RI. Tapi masyarakat masih percaya isu-isu seperti itu. Orang yang melontarkan (isu) itu, sudah diadili. Fakta hukum berbicara bahwa itu fitnah. Jadi, Pak Jokowi bukan PKI," tegas Machfud Arifin.

Mantan Kapolda Jatim ini berpesan kepada TKD Bangkalan, agar terus menyampaikan ke masyarakat bahwa isu Jokowi PKI itu tidak benar. Keberhasilan program-program Presiden Jokowi, juga harus disampaikan, hingga dapat meraih kemenangan pada Pilpres 2019 nanti.

"Segera blusukan ke kampung-kampung, ke desa-desa, ketuk dari pintu ke pintu. Itu instruksi langsung dari Pak Jokowi untuk bisa merubah, dari kekalahan menjadi kemenangan," ungkapnya.

Selain isu Jokowi PKI, kabar hoax juga masih beredar di Madura. Salah satunya tentang maraknya tenaga asing dari China. "Tenaga asing itu (warga negara China) nggak sampai 1 persen. Sehingga banyaknya tenaga asing di Indonesia itu bohong," katanya.

"Justru lebih banyak orang Indonesia di China, lebih banyak orang Indonesia di Malaysia. Informasi itu diplintir dari pihak sebelah," sambungnya.

Selain itu, Machfud juga mengapresiasi Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin, Arosbaya, Bangkalan yang sudah berikrar mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Santri sangat luar biasa. Sangat ketawadu'anya kepada kiainya. Mudah-mudahan instruksi dari kiai dan pesantren yang ikrar mendukung Pak Jokowi KH Maruf dan tawadu' terhadap ketua MUI yang sekarang menjadi cawapres, menyebar di wilayah Madura," terangnya.

Ia menilai, aura kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Bangkalan akan tersebar di Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep. "Ini nampak aura-aura kemenangan di Bangkalan. Mudah-mudahan bisa menular di kawasan Madura yang lain seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep," harapnya.

Pada Pilpres 2014 lalu, suara Jokowi kalah telak dibanding Prabowo. Jokowi hanya mendapatkan sekitar 17 persen, sedangkan Prabowo meraih 82 persen lebih.

Ditanya target kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 di wilayah Bangkalan dan Madura, Machfud tidak menyebutkan prosentasenya, tapi dirinya yakin bisa menang. "Target, kalau main bola lebih banyak golnya lebih bagus. Bila perlu lawannya dikasih nol," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua TKD Kabupaten Bangkalan Mabruk Mawardi mengaku siap menjalankan instruksi dari TKD Jatim. "Saya melihat sebagian besar di Madura, masyarakat simpati ke Prabowo dan antipati terhadap Jokowi karena didasari berita-berita hoax, berita yang tidak sesuai dengan kenyataan," sebut Mabruk.

Selain isu Jokowi PKI, masyarakat di Bangkalan juga masih ada yang tidak suka Jokowi karena dinilai mengkriminalisasi ulama.

"Jokowi mengkriminalisasi ulama itu juga tidak benar. Kami sudah turun dan ketika ada masyarakat yang mengatakan itu, saya minta untuk dikasih contohnya. Dan mereka tidak bisa kasih contoh," ujarnya.

"Kita akan terus menyapa masyarakat dan meluruskan informasi yang tidak benar itu. Sekaligus ingin mencerdaskan masyarakat serta menyampaikan hasil kerja Pak Jokowi selama ini," tandasnya.

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter