Mengapa Gunung Lawu Dipilih Menjadi Tempat Bunuh Diri Pendaki?

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Mita Kusuma

Gunung Lawu/ilustrasi google

jatimnow.com - Pendaki yang dikabarkan tewas karena gantung diri di puncak Gunung Lawu, Minggu (25/3/2018), bukan pendaki satu-satunya yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Gunung Lawu.

Berdasarkan catatan BPBD Magetan, ada satu pendaki pada 2011 lalu memilih cara yang sama, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Adalah Otok Supriyadi saat itu berumur 27 tahun ditemukan gantung diri di bibir jurang di pos 4.

"Totalnya ada dua orang dengan yang ini. Kalau 2011 lalu masih muda. Alasannya ada masalah percintaan. Kalau yang baru kemarin belum tahu kepastiannya," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra, Senin (26/3/2018).

Ia menjelaskan, kemungkinan besar Gunung Lawu dipilih menjadi tempat bunuh diri karena memang jauh dari pantauan. Dan tidak terlalu ramai jika memilih mendaki pada hari biasa.

"Tidak sampai puluhan jika muncak pada hari biasa. Kecuali long weekend (libur panjang-red) atau Sabtu-Minggu dan moment tertentu. 17 Agustus misalnya," katanya.

Oleh karena itu, apabila memilih bunuh diri di puncak Gunung Lawu, bisa jadi tidak ketahuan keluarga. Berbeda jika gantung diri di sekitar rumah.

"Kalau yang 2011 lalu kan bunuh diri karena ada masalah pribadi. Itu pun setelah dicari keluarganya selama seminggu tidak ketemu, akhirnya ke Gunung Lawu, karena sering muncak," ujarnya.

Sedangkan korban yang terbaru ini, belum diketahui secara pasti alasan dan belum ada warga yang merasa kehilangan keluarganya. 

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter