jatimnow.com

Sekap dan Bacok Korban, Komplotan Perampok Gasak Harta Rp 1 Miliar

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mahfud Hidayatullah
Rumah pengusaha di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo yang dirampok 🔍
Rumah pengusaha di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo yang dirampok

jatimnow.com - Komplotan perampok bersenjata tajam menyatroni rumah pengusaha properti di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Pemilik rumah disekap dan dibacok oleh para pelaku.

Rumah itu merupakan milik pasangan suami istri Suwarno (65) dan Sayuni (55). Keduanya disekap oleh komplotan perampok pada Jum'at (18/1/2019) dini hari.

Menurut pengakuan Sayuni, saat itu dirinya mendengar jeritan suaminya Suwarno. Sayuni mengira suaminya kesakitan atas sakit yang dideritanya selama ini.

Loading...

"Saya lihat di kamar, ternyata suami saya sudah dikeroyok para pelaku," turunya.

Melihat kedatangan Sayuni, perampok yang berjumlah 4 orang itu langsung menyekap Sayuni.

"Saya disekap olah empat orang rampok itu. Mereka menggunakan penutup muka," tambahnya.

Tidak hanya itu, Suwarno mengalami luka bacok pada kedua tangannya akibat sabetan senjata tajam yang dibawa pada pelaku.

Komplotan rampok itu berhasil menggasak perhiasan emas senilai Rp 700 juta, uang tunai Rp 4 juta, HP Samsung dan 3 jam tangan dengan t otal kerugian hampir Rp 1 miliar.

Tidak hanya itu, anak korban bernama Mohammad Hadi (22) juga mengatakan jika dirinya sudah berupaya menguncian pintu kamar dari luar agar para pelaku tidak kabur. Namun upayanya gagal setelah para pelaku menghampirinya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi menyebut, pihaknya sudah melakukan identifikasi dan olah TKP dengan mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian.

"Dari hasil olah TKP, kami amankan barang bukti berupa topi, kabel dan obeng yang diduga kuat digunakan pelaku, semoga kasus ini segara ada titik terang," katanya.

Menurut Nanang, korban sudah dilarikan ke RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.