jatimnow.com
Dipamiti Gus Ipul, NU Surabaya: Beliau Mampu Meredam Semua Gejolak

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat berpamitan kepada warga NU Surabaya

jatimnow.com - Jelang berakhirnya masa jabatan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berpamitan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya.

Prosesi pamitan digelar Gus Ipul di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jalan Imam Bonjol Surabaya, Minggu (3/2/2019). Prosesi pamitan ini dihadiri lebih dari 400 warga NU Surabaya yang mayoritas adalah para kiai, ulama dan pengurus NU se Surabaya.

"Acara ini sekaligus selamatan pindahan rumah, karena mulai tanggal 12 Februari nanti saya sudah tidak lagi menempati rumah ini," ujar Gus Ipul saat memberikan sambutan.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Gus Ipul dan warga NU Surabaya juga menggelar doa bersama dan salawatan yang dipimpin salah satu group salawat dari Surabaya. Warga yang hadir berdiri dan membacakan mahalul qiyam.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan permohonan maaf jika selama 10 tahun menjabat wakil gubernur memiliki banyak kekurangan.

"Selama 10 tahun menjabat, saya banyak berinteraksi dengan masyarakat. Bahkan dalam sehari, tiga sampai lima undangan saya hadiri di mana 90 persen adalah undangan masyarakat terutama warga Nahdlatul Ulama," tuturnya.

Setelah jabatannya sebagai wakil gubernur berakhir, Gus Ipul mengaku akan menjadi petani. Gus Ipul mengaku tertarik bergabung untuk meningkatkan swasembada pangan di tengah lesunya generasi muda menekuni dunia pertanian.

Selain itu, Gus Ipul juga akan membantu sang istri, Fatma Saifullah Yusuf mendirikan yayasan peduli kanker payudara dan serviks.

"Kalau dulu penyakit menular menjadi penyebab utama kematian, saat ini beralih ke penyakit tidak menular, kanker salah satunya. Saya dan istri akan mengabdikan diri untuk membantu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri berharap, meskipun sudah tidak lagi menjadi wakil gubernur, tetapi Gus Ipul tetap istikhomah dalam membesarkan Nahdlatul Ulama.

"Saya kenal Gus Ipul sejak beliau menjadi Ketum Ansor. Saya melihat ketawadhua’an beliau pada kiai tidak perlu diragukan. Apapun perintah kiai beliau laksanakan. Bahkan diperintah jadi wagub 10 tahun juga dilakukan," tambah Muhibbin.

Loading...

Menurut Muhibbin, jadi wakil gubernur itu berat. Namun karena ketawadhu’an pada kiai, Gus Ipul bisa menjalankannya dengan istikhomah.

"Jadi wagub itu berat karena harus ngempet, apalagi 10 tahun dan Gus Ipul mampu meredam segala gejolak," tegasnya.

Berita Terkait