Pixel Code jatimnow.com

Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal

Editor : Yanuar D   Reporter : Ide Farid Nasution
Pedagang tahu di Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Pedagang tahu di Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suasana Kota Probolinggo sepekan terakhir terasa jauh lebih hidup. Alunan musik, tawa riang anak-anak, dan aroma menggugah selera dari berbagai stan kuliner berpadu menjadi satu di jantung kota. 

Inilah Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026, sebuah perhelatan tahunan yang selalu dinanti, kembali hadir dengan wajah baru yang lebih merakyat dan berdampak nyata bagi ekonomi lokal.

Memasuki penghujung rangkaian, kemeriahan Semipro tidak menunjukkan tanda-tanda meredup. Sebaliknya, antusiasme warga justru semakin memuncak. Panitia mencatat rata-rata 5.000 hingga 6.000 pengunjung memadati area perhelatan setiap harinya, sebuah angka yang fantastis sekaligus membuktikan betapa besarnya kerinduan warga akan hiburan berkualitas yang terjangkau.

Ada pemandangan yang berbeda jika kita menengok kembali gelaran Semipro di tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu kita sering menjumpai jajanan kekinian dari luar kota dengan harga selangit, tahun ini narasi tersebut berubah total. 

Semipro 2026 secara sadar melakukan pembersihan dan pergeseran fokus, yakni memprioritaskan UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) asli Probolinggo.

Perubahan strategi ini bukan tanpa alasan. Agus Salim, selaku Event Organizer (EO) pelaksana, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perputaran uang benar-benar dirasakan oleh warga setempat.

"Alhamdulillah, angka kunjungan stabil di angka 5.000 hingga 6.000 orang. Kami memang sengaja mengkhususkan ajang ini untuk UMKM dan PKL lokal. Harapannya, mereka bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan ekonomi warga terbantu," ungkap Agus dengan penuh optimisme.

Kebijakan yang memprioritaskan pedagang lokal ini disambut dengan tangan terbuka oleh para pelaku UMKM. Bagi mereka, Semipro bukan sekadar ajang promosi, melainkan oase untuk meningkatkan pendapatan.

Baca juga:
Meriahnya PetroNite Fest 2026, Harmoni Seni, Hiburan dan Ekonomi Kerakyatan

Ismi, salah seorang pedagang tahu, menjadi saksi bagaimana kebijakan ini memberikan dampak nyata pada dapur rumah tangganya. 

"Dagangan jadi jauh lebih laris, omzet kami meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Kami sangat berharap, ke depannya Semipro tetap konsisten mengutamakan pedagang lokal seperti sekarang," tuturnya dengan wajah sumringah.

Bagi pengunjung, hadirnya kuliner lokal dengan harga yang ramah di kantong adalah daya tarik utama. Sambil menikmati suasana, warga bisa mencicipi berbagai kuliner khas daerah tanpa harus menguras dompet terlalu dalam sebuah harmoni yang jarang ditemukan di acara-acara besar lainnya.

Keberhasilan Semipro 2026 sejatinya adalah cerminan dari visi besar Pemerintah Kota Probolinggo. M. Abas, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, menegaskan bahwa Semipro dirancang lebih dari sekadar pesta rakyat.

Baca juga:
Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

"Semipro adalah ekosistem terintegrasi. Kami ingin mempertemukan berbagai sektor, mulai dari UMKM, ekonomi kreatif, seni budaya, hingga layanan publik dalam satu wadah," tegas Abas. 

Melalui ajang ini, pemerintah berupaya meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat aktivitas perdagangan yang lebih inklusif.

Dengan sisa waktu penyelenggaraan yang masih ada, Semipro 2026 telah berhasil menetapkan standar baru. Kini, ia bukan lagi hanya tentang hiburan semata, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh. 

Di balik gemerlap lampunya, terdapat harapan para pedagang kecil yang terus tumbuh, menjadikan Semipro sebagai kebanggaan sejati bagi warga Kota Probolinggo.