Tim Jokowi Sikapi Penghadangan Ma'ruf Amin di Pamekasan

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Jajeli Rois

Cawapres Nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin

jatimnow.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk Calon Presiden (Capres)-Calon Wakil Presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, menanggapi penghadangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 01, KH Ma'ruf Amin saat hendak berziarah ke Makam Kiai Suhro Pradoto di Desa Jambaringin, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menyebut, penghadangan yang terjadi pada Senin (1/4/2019) lalu sekitar pukul 17.30 Wib itu merupakan bentuk kepanikan pihak sebelah.

"Ini menurut saya adalah bentuk suatu kepanikan pihak sebelah terhadap makin maraknya orang di daerah Madura mendukung Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin. Mudah-mudahan pada tanggal 17 April Madura bisa direbut Pak Jokowi-KH Ma'ruf," ungkap Machfud Arifin di Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Machfud menjelaskan, saat itu, KH Ma'ruf Amin ingin berziarah mendoakan kiai sepuh yang sudah meninggal, tapi justru dihadang.

"Sungguh sangat prihatin. Kita lihat di Solo, begitu selesai kampanye ada digebukin. Di Purworejo juga sama. Ini rasanya tidak mendidik lah untuk berpolitik yang baik, yang damai. Itu tidak benar," ujarnya.

"Ada suatu upaya-upaya mendelegitimasi KPU dan aparat keamanan. Ini yang perlu kita waspadai," sambung mantan Kapolda Jatim ini.

Kemudian, lanjut Machfud, sebaran fitnah terhadap Jokowi yang sangat tidak pas masih terus terjadi. Segala cara dilakukan oleh pihak sebelah untuk bisa memenangkan pesta demokrasi ini dan menurutnya itu tidak elok.

"Masyarakat sudah makin cerdas, sudah makin dewasa, dia akan menentukan pilihannya pada tanggal 17 April nanti," tambahnya.

Machfud kemudian mengimbau agar tim sukses, Partai Koalisi Indonesia Kerja, 01 dan seluruh relawan untuk tetap melakukan kampanye damai, kampanye sejuk, tidak terpancing dengan pemukulan atau penganiayaan.

"Kita hanya menyampaikan apa yang menjadi programnya Pak Jokowi, termasuk tiga kartu. Kemudian menepis hoaks," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menyesalkan penghadangan tersebut. Dari temuan PCNU Kabupaten Pamekasan, aksi penghadangan terhadap Ma'ruf Amin disertai dengan intimidasi dan pelemparan batu pada sebagian rombongan.

Selain itu, PCNU Kabupaten Sampang menduga massa bukan merupakan warga desa setempat. PCNU Pamekasan juga sudah mendatangi Polres Pamekasan untuk menyampaikan keluhan atas aksi penghadangan tersebut.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter