Pixel Code jatimnow.com

WhatsApp Komisioner KPU Kota Blitar yang Dihack 'Makan' Korban

Editor : Narendra Bakrie Reporter : CF Glorian
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Mashudi menunjukkan akun WhatsApp miliknya yang dihack
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Mashudi menunjukkan akun WhatsApp miliknya yang dihack

jatimnow.com - Akun WhatsApp (WA) milik Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Mashudi yang dihack mulai memakan korban. Sang hacker berhasil menipu tetangga Mashudi dengan meminta sejumlah kiriman uang untuk membayar petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Usut punya usut, korban belum tahu bila WA milik Mashudi itu diretas, sehingga dengan mudahnya korban menuruti permintaan pelaku.

Baca juga:  Hati-hati! WhatsApp Komisioner KPU Kota Blitar Dihack

"Butuhnya 1,5 juta. Sebelum jam sepuluh pasti dibayar 1,8 juta. Yang tiga ratus buat komisi ganti bensin," tulis hacker pada pesan WA yang dikirimkan ke tetangga Mashudi, Selasa (30/4/2019) pukul 07.48 Wib.

Kabar tentang penipuan itu kemudian terdengar oleh Mashudi. Mashudi semakin khawatir, sebab pelaku sepertinya sudah mengetahui posisinya sebagai seorang Komisioner KPU. Untuk mencegah penipuan semakin meluas, ia kemudian melapor ke polisi.

Baca juga:
Dua Panwascam di Bojonegoro yang Aktif Sebagai Anggota Parpol Mengundurkan Diri

"Tetangga saya itu baru tahu kalau saya pasang status soal WA itu dibobol orang dan itu diketahui setelah mentransfer uang. Saya juga bingung, kok dia (pelaku) bisa tau saya anggota KPU," imbuh Mashudi.

Akun WA Mashudi diretas sejak Selasa (30/4/2019) pagi. Peristiwa itu cukup membuatnya khawatir, sebab saat itu ia akan bertugas dalam proses rekapitulasi perolehan suara tingkat KPU Kota Blitar.

Baca juga:
Duh! 4 Orang Panwascam di Bojonegoro Disebut Masih Aktif Sebagai Anggota Parpol

Ia juga khawatir jika WA-nya yang telah diretas itu dipakai untuk menebar fitnah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 termasuk melakukan penipuan.

"Siapapun yang menerima pesan yang mengatasnamakan saya dan meminta sejumlah uang, mohon diabaikan saja," pintanya.