Rambut Dicukur Ngawur di SD Banyuwangi, 6 Siswa Diperiksa Kejiwaannya

Korban di RSUD Blambangan

jatimnow.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banyuwangi melakukan pendampingan terhadap 6 siswa yang menjadi korban cukur secara serampangan atau ngawur oleh gurunya. Keenam siswa tersebut kini diperiksa kejiwaannya di RSUD Blambangan, Senin (6/5/2019).

Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak KPAI Banyuwangi, Minarni Susilowati mengatakan pendampingan ini dilakukan untuk mengembalikan psikis anak kepada kondisi normal seperti sebelum peristiwa pencukuran terjadi.

"Kita mendampingi anak-anak untuk mengembalikan psikisnya, agar bisa kembali ke sekolah dengan enjoy dan tidak merasakan gelisah apa-apa," kata Minarni di RSUD Blambangan.

Baca juga: 

Hasil pengamatan KPAI Banyuwangi, ada enam anak yang kini diperiksakan kejiwaannya di RSUD Blambangan masih merasakan takut dan gelisah setelah apa yang mereka alami.

Sedang, kedatangannya ke psikiater RSUD Blambangan ini untuk mengetahui sejauh mana perubahan psikis ke enam anak tersebut.

"Jadi kita ingin tahu psikisnya anak-anak dengan adanya kejadian itu. Sekaligus terapi apa yang mereka butuhkan," tegasnya.

Karena, kata dia, untuk melupakan kejadian pencukuran secara tidak beraturan (petal-petal), tidak mudah bagi anak-anak.

"Mungkin dia masih terbayang-bayang waktu di cukur petal-petal, traumanya di situ mungkin," tandasnya.

Sebelumnya, 22 siswa dicukur rambut secara serampangan oleh gurunya. Akibat pencukuran secara tidak beraturan itu, tidak sedikit siswa yang trauma masuk ke sekolah. Lantaran, merasa malu dan takut diejek oleh teman sebayanya.

Loading...

 

Berita Terkait