Demi Kepuasan Seks, Pria ini Minta Korbannya Lumuri Badan Pakai Tinta

Editor: Erwin Yohanes / Reporter:

Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka.

jatimnow.com – Berdalih bisa menambah pamor dan kekuatan seksual, SB, warga Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, mengelabuhi beberapa orang, dengan mengaku pejabat pemerintah.

Ia meminta pada para korban untuk menuruti segala perintahnya, termasuk melumuri badan dengan tinta printer dan digosok menggunakan sikat panci.

Agar lebih percaya, SB mencatut nama dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Dalihnya, ritual yang disebutnya `Angon Banteng Unduh Yoni`, dapat menambah pamor/yoni, agar sang calon menang dalam Pilkada Jatim 2018.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo, Selasa (10/4/2018) mengatakan, aksi SB yang juga pensiunan ASN Pemkot Kediri ini telah memakan korban di Trenggalek hingga beberapa orang.

Modusnya, SB menelepon korban dan mengaku sebagai orang kepercayaan salah satu Cawagub.  “Tahun 2018 ada 3 orang, kemudian tahun 2016 yang lalu ada dua orang PNS mentato permanen wajahnya," jelas.

Dari hasil pengembangan, ternyata 174 orang telah menjadi korban aksi SB. Diantaranya 4 orang kepala sekolah dan guru di Ponorogo, Banyuwangi 10 orang, Lumajang, 7 orang, Jember 11 orang, Tulungagung 17 orang, Bojonegoro 1 orang, Ngawi 3 orang.

“Korban dari TKP lainnya masih kita dalami” imbuhnya

Dikonfirmasi terkait motif, diduga perbuatan tersebut dilakukan oleh SB untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Tersangka mendapatkan kepuasan seksual apabila korban yang di-SMS dan atau ditelepon, berada dalam tekanan psikologis  dan membayangkan korban dalam ritual telah menyakiti dirinya.

Setelah korban ditelepon dan mengikuti dengan mengatakan setuju, tersangka akan berimajinasi dengan melakukan aktifitas telanjang di tempat tidur dan memeluk guling. Dengan cara inilah korban dapat mengalami kepuasan seksual.

“Para korban sebagian besar adalah pejabat pemerintahan atau ASN, dengan mencatut seseorang yang mempunyai jabatan strategis di pemerintahan atau politik. Apabila nanti terpilih, maka para korban akan diberikan jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya,” jelas AKBP Didit.

Sementara itu, petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 5 lembar screenshot SMS, sebuah handphone, pakaian, sprei dan bantal milik tersangka.

Atas kasus ini SB dijerat pasal 45 A ayat 1 dan/atau pasal 45 ayat 3 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp. 750 juta (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Reporter/Editor: Erwin Yohanes


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter