Kegaduhan di Makam Pakis Wetan Surabaya Sebelum Teror Bom Molotov

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Farizal Tito

Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di rumah korban teror bom molotov

jatimnow.com - Teror bom molotov yang menimpa salah satu rumah di Pakis Wetan 6/44, Sawahan, Surabaya masih menyisakan misteri. Polisi juga belum berhasil mengidentifikasi siapa pelakunya, lantaran banyak cerita warga yang mencurigai beberapa orang sebelum peristiwa terjadi.

Dari penelusuran jatimnow.com, rumah Bambang Puguh Mulyanto (65) itu mendapat teror dua kali. Yang pertama yaitu pukul 22.30 Wib, Jumat (21/6/2019) dan sekitar pukul 02.00 Wib, Sabtu (22/6/2019). Teror pertama berhasil, sedangkan teror kedua tidak berhasil.

Baca juga:  

Pada teror pertama, korban saat itu sedang menonton acara televisi di ruang tamu bersama istrinya Atima. Tiba-tiba keduanya mendengar suara ledakan dari atap rumahnya yang kemudian keduanya melihat sebuah benda jatuh di lantai ruang tamu tersebut. Benda yang jatuh itu disertai kobaran api.

Bom molotov yang ditemukan di salah satu rumah warga di Pakis Wetan, Surabaya Bom molotov yang ditemukan di salah satu rumah warga di Pakis Wetan, Surabaya

Istri korban kemudian menyiram kobaran api tersebut dengan air dibantu keduanya cucunya. Setelah api padam, mereka melihat benda yang berbentuk botol kaca yang berisi minyak tanah dan potongan sumbu tersebut. Peristiwa itu kemudian mereka laporkan ke Ketua RT setempat.

"Saya mendapat laporan dari RT setempat yang kemudian saya teruskan ke Bhabinkamtibmas Polsek Sawahan," kata Ketua RW 03, Pakis Wetan, Sawahan, Surabaya, Suwartoyo, Sabtu (22/6/2019).

Mendapat laporan dari Ketua RW, sejumlah anggota Polsek Sawahan dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Ternyata plafon rumah korban yang terbuat dari fiber tersebut jebol sekitar 30 cm persegi.

Dari rumah korban, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu bom molotov berupa botol kaca berisi minyak tanah dan sumbu kain, pecahan bom molotov botol kaca dan sumbu kain bekas terbakar serta pecahan plafon.

Informasi yang berhasil dihimpun jatimnow.com di lokasi kejadian, setelah meledaknya bom molotov itu, sejumlah warga bersama polisi menuju Kompleks Makam Pakis Wetan. Sebab muncul dugaan bahwa pelaku melempar bom molotov itu dari areal makam yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban.

Apalagi beberapa warga menyebut bahwa areal makam tersebut menjadi tempat nongkrong banyak orang. Belum lagi ada mengaku bahwa enam bulan lalu terjadi peristiwa yang sama yaitu pelemparan bom molotov di Kampung Pakis Wetan tersebut.

Polisi melakukan identifikasi di rumah korban Polisi melakukan identifikasi di rumah korban

Meski begitu, alat bukti petunjuk yang mengarah ke pelaku, belum didapat polisi. Hingga Sabtu (22/6/2019) malam, polisi sudah memeriksa enam orang saksi dan menyisir sejumlah titik untuk mendapatkan CCTV yang mungkin saja merekam aksi sang pelaku.

"Belum ada (CCTV). Kami masih terus melakukan penyisiran," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Sabtu (22/6/2019).

Meski tidak menemukan CCTV yang berhasil merekam aksi pelaku, Satreskrim Polrestabes Surabaya terus melakukan penyelidikan dengan modal keterangan sejumlah saksi di kampung tersebut. Sebab sejumlah saksi mengungkapkan kecurigannya terhadap beberapa pemuda yang berperilaku aneh pascakejadian.

Salah satu warga yang sedang berbelanja di minimarket di kawasan tersebut mengaku melihat seorang pemuda masuk ke minimarket dan membeli air mineral dengan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari. Warga lain juga menyebut mendapati dua pemuda yang berlari keluar kampung sesaat setelah kejadian berlangsung.

Apakah kegaduhan di areal pemakaman setempat berhubungan dengan teror bom molotov di Pakis Wetan tersebut?

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter