jatimnow.com

Posting 'Islam Bukan Agama', Akun FB Ponco Suro Disebut Sesat oleh MUI

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mahfud Hidayatullah
Rahmat Hidayatullah, pemilik Akun FB Ponco Suro saat ditemui di rumahnya di Probolinggo 🔍
Rahmat Hidayatullah, pemilik Akun FB Ponco Suro saat ditemui di rumahnya di Probolinggo

jatimnow.com - Akun media sosial Facebook dengan nama Ponco Suro memposting status yang diduga menyudutkan dan menistakan agama. Salah satu status yang ditulis pada akun FB ini adalah "Islam itu, bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hukum bukan pula agama".

"Postingan tersebut melecehkan agama Islam," kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Sihabudin Sholeh, Kamis (27/6/2019).

Sihabudin juga sudah mengaku, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap ajaran yang dilakukan Ponco Suro. Ia menilai ajaran yang dilakukan Ponco Suro kepada kelompoknya sudah menyimpang dari aturan Islam.

Loading...

"Sebab Islam itu jelas-jelas merupakan Agama. Kenapa kok Ponco Suro menilai Islam itu bukan agama, apalagi sampai disebar di medsos," ujarnya.

Terkait ajaran itu, Sihabudin sudah berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Probolinggo.

"Ternyata pihak Bakorpakem juga menilai ajaran tersebut menyimpang dan menyesatkan," ungkapnya.

Postingan Akun FB Ponco Suro yang dinilai menista Agama IslamPostingan Akun FB Ponco Suro yang dinilai menista Agama Islam

Akun FB Ponco Suro merupakan akun FB milik Rahmat Hidayatullah (47), warga Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Ia memposting ujaran itu pada 4 Juni 2019 pukul 21.41 Wib.

Menurutnya, ajaran dalam pengajian kelompoknya bukan sebuah aliran sesat. Karena dirinya tetap berlandaskan dasar-dasar yang ada di Al Quran sebagai pijakan berfikirnya.

"Saya mempercayai Allah, Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Kok bisa dibilang sesat, di mana sesatnya itu?" ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jemaah yang tergabung dalam kelompok kajianya saat ini sudah mencapai 32 orang dari berbagai wilayah.

"Namun mayoritas yang mengikuti kajian dari kalangan anak muda di desa sini," jelas Rahmat saat ditemui di rumahnya.

Rahmat juga menegaskan, bahwa Islam bukan agama. Menurutnya, bila Islam dikatakan agama, maka semuanya bisa Islam.

"Jadi saya memahami tentang Islam berdasarkan sendiri, bukan dari pemikiran orang lain," tegasnya.

Loading...