Jurnalis Senior Tatang Istiawan Ditahan

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Bramanta Pamungkas

Tatang ditahan di Rutan Klas 2b Trenggalek

jatimnow.com - Setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek, mantan bos media Surabaya Sore, Tatang Istiawan Witjaksono akhirnya ditahan oleh Kejari Trenggalek.

Tatang yang juga jurnalis senior ini terbelit kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Tersangka saat ini dititipkan ke Rutan Klas 2b Trenggalek.

Baca juga:  

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Lulus Mustofa menjelaskan dari hasil observasi yang dilalukan tim medis, tersangka dinyatakan kondisinya membaik dan tidak perlu dilakukan rawat inap.

Pihak kejaksaan kemudian memutuskan untuk langsung dilakukan penahanan terhadap tersangka. Tim kejaksaan sebenarnya sudah menjemput tersangka di rumah sakit sejak sore hari. Namun lamanya proses adminitrasi membuat tersangka baru diantar ke rutan pukul 19.00 Wib.

"Tersangka diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung dan diabetes sehingga dilakukan pemeriksaan," ujarnya, Jumat (19/7/2019).

Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan pada Kamis (18/7). Tersangka menjalani pemeriksaan selama 8 jam dan selesai pada pukul 19.30 Wib.

Setelah menjalani pemeriksaan tersangka langsung dibawa ke klinik kesehatan, untuk menjalani medical chek up.

Tersangka ditahan selama 20 hari untuk melengkapi proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejari. Masa penahanan ini bisa diperpanjang jika pihak kejaksaan memerlukannya.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup.

"Dan denda maksimal Rp 1 Milyar," ujarnya.

Sebelumnya, Raditya M Khadaffi menyatakan kondisi kesehatan bapaknya melemah, tetapi dokter menyatakan sembuh. Ia menyerahkan persoalan yang membelit bapaknya kepada proses hukum yang berlaku.

"Kita ikuti aja proses hukum saat ini," ujarnya.

Kejaksaan telah menetapkan Tatang sebagai tersangka sejak Rabu (17/7). Hari Kamis tersangka diperiksa sebagai saksi dan juga tersangka atas kasus kasus korupsi PDAU.

Jumlah tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus ini sebanyak 4 orang. Dua diantaranya sudah berstatus sebagai terpidana.
"Kita masih melakukan pengembangan lagi terkait kasus korupsi ini," pungkas Lulus Mustofa.

Bupati Trenggalek periode 2005-2010, Soeharto, dijadikan tersangka untuk kasus yang sama pada 14 Mei 2019. Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT BGS atas permintaan Tatang. Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter