Pixel Code jatimnow.com

Sempat Erupsi, Aktivitas Gunung Bromo Berangsur Normal

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Mahfud Hidayatullah
Petugas Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi memantau aktivitas Gunung Bromo
Petugas Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi memantau aktivitas Gunung Bromo

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Cemoro Lawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukupara, Kabupaten Probolinggo, terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Bromo setelah sempat terjadi erupsi.

Kepala Pengamatan PVMBG Pos Pantau Gunung Bromo Wahyu Adrian Kusuma mengatakan, aktivitas Gunung Bromo sudah berangsur normal setelah sempat erupsi pada Jumat (19/7/2019).

"Untuk melihat potensi erupsi, kami secara intens melakukan pemantauan energi di Kawah Gunung Bromo," jelas Wahyu, Sabtu (20/7/2019).

Baca juga:  Bromo Sempat Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Radius 1 Km

Menurutnya, sejak pertengahan Juli 2019 lalu, terjadi peningkatan gempa vulkanik di Gunung Bromo. Ditambah lagi dengan adanya getaran gempa tektonik yang terjadi di selatan Pulau Bali beberapa waktu lalu.

Baca juga:
Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor

Wahyu mengaku, dengan adanya hal itu, secara otomatis tekanan kawah di dalam Gunung Bromo mengalami peningkatan.

"Akhirnya pada Jumat sore kemarin Gunung Bromo mengalami erupsi," terangnya.

Baca juga:
Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

Aktivitas Gunung Bromo saat ini, menurut Wahyu sudah mulai berangsur normal dengan tremor dominan 1 milimeter. Sedangkan hembusan asap sesekali terlihat dengan ketinggian 50 sampai dengan 300 meter mengarah ke barat daya, barat dan barat laut.

"Status Gunung Bromo saat ini masih berada di level dua tetap waspada dengan tidak mendekati bibir kawah radius 1 kilometer," tambahnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam