Laporan dari Taiwan

Melepas Lelah Bersama Suku Taroko Taiwan

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Jajeli Rois

Pegunungan Taroko Taiwan

jatimnow.com - Setelah berjalan menyusuri terowongan dengan pemandangan bebatuan yang indah di kawasan Taman Nasional Taroko, Taiwan, kami melepas lelah di sebuah villa di tengah hutan dan dihibur oleh Suku Aborigin Taroko.

Di pegunungan Taroko terdapat sebuah tempat penginapan bagi pengunjung yakni Taroko Village Hotel. Hotel ini terlihat indah dan alami bernuasa rumah penduduk suku asli Taroko.

Jatimnow bersama rombongan media dari Jakarta dan Surabaya dan selebgram menikmati keindahan alam di sekitar hotel Taroko. Kamarnya memang tak banyak hanya 30 kamar.

Mengapa sedikit, hotel tersebut berada di area taman nasional Taroko dan pemerintah Taiwan sangat membatasinya.

Taroko Village Hotel itu didesain seperti perkampungan suku asli Taroko. Dari luar nampak papan kayu pilihan. Sedangkan di bagian interiornya seperti hotel berbintang.

Bedanya, rumah suku Taroko lantainya langsung bersentuhan dengan tanah. Sedangkan Taroko Village Hotel ini berdiri di atas pondasi batu, agar terhindar dari binatang liar seperti ular.

"Di Taiwan ini kan sangat lembab. Kedua, untuk menghindari binatang liar seperti ular, agar tidak masuk ke dalam kamar," ujar Zheng Ming Gang (63) pengelola hotel yang juga ditokohkan suku Taroko.

Para tamu hotel saat makan malam disambut hiburan dengan tradisi warga suku Taroko yakni, memburu babi hutan. Babi hutan menjadi ikon makanan bagi suku Taroko. Namun, para pengunjung yang muslim tidak perlu khawatir karena ada menu makanan yang khas muslim.

Zheng menceritakan, hotel yang dikelolanya sudah bekerjasama dengan asosiasi muslim Taiwan. Sudah mendapatkan tata cara penyajian makanan bagi muslim, termasuk mendapatkan bahan makanan yang halal.

Bahkan saat rapat dengan asosiasi muslim, Zheng pertama kali mengacungkan tangan untuk mau memberikan pelayanan bagi pengunjung muslim.

"Kami juga menyediakan tempat salat (mushola)," tuturnya sambil menunjukkan arah kiblat beruba gambar Ka'bah.

Zheng memang bukan dari suku Taroko. Namun, dia sangat peduli dengan warga dan anak-anak suku Taroko. Bahkan, pegawai hotelnya merupakan warga dari suku Taroko.

Zheng pun menceritakan sedikit sejarah tentang Suku Taroko. Katanya, di wilayah Kabupaten Nanto ada suku Sedek. Jumlah penduduk suku Sedek sangat banyak sekali, sehingga untuk mencari makanan berburu babi hingga di kawasan pegunungan Truku atau Taroko.

Kemudian, penjajahan Jepang masuk ke kawasan tersebut dan menyebut Truku sebagai Taroko. Tentara Jepang pun pernah bertempur dengan suku Taroko. Karena kalah jumlah, suku Taroko yang hanya berjumlah 7 ribu orang melawan 20 ribu tentara Jepang.

Di perang dunia II, Jepang kalah perang sekitar 1945. Taiwan pun bebas dari penjajahan Jepang. Namun masih ada sisa penduduk dari Suku Taroko.

Karena keindahan alamnya, pemerintah Taiwan menjadikan pegunungan tersebut sebagai kawasan Taman Nasional Taroko. Pemerintah Taiwan meminta suku Taroko meninggalkan perkampungan mereka yang ada di tengah pegunungan.

Namun, mereka tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sedangkan lokasi lahan yang datar di area pegunungan Taroko pun dijadikan tempat wisata berupa hotel, tapi tetap melibatkan Suku Taroko.

Para tamu yang menginap di Taroko Village Hotel pun diajak menyaksikan pertunjukan seni budaya khas Suku Taroko. Pertunjukan seni budaya Suku Taroko itu ditampilkan oleh anak-anak dari Suku Taroko.

"Kami sangat selektif memilih pengunjung. Karena kami ingin pengunjung yang benar-benar ingin menikmati suasana alam Taroko dan budaya suku Taroko," terangnya.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter