Bulan Agustus, Penjualan Bambu di Tulungagung Meningkat

Penjualan bambu di Tulungagung

jatimnow.com - Momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 dan Idul Adha membuat penjualan bambu di Tulungagung melonjak.

Para penjual bambu yang berada di Kelurahan Bago, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung mengaku jika penjualan barang tersebut meningkat sejak awal bulan Agustus.

Loading...

Menurut Kuswiyoto, salah seorang penjual mengatakan untuk bambu dengan panjang 7 meter laris dibeli karena dipakai sebagai umbul umbul bendera.

Sedangkan untuk bambu jenis apus penjualan meningkat karena menjadi perlengkapan saat melaksanakan kurban.

"Kalau untuk Idul Adha biasanya dijadikan tempat mengikat hewan kurban saat hendak dikuliti," ujarnya, Sabtu (10/8/2019).

Jika di hari biasa Kuswiyoto hanya mampu menjual hingga lima batang bambu, saat ini setiap hari dirinya bisa menjual hingga sepuluh batang bambu.

Meningkatnya penjualan ini juga diikuti dengan kenaikan harga bambu. Sebelumnya harga bambu sebesar Rp 8 ribu per batangnya, kini naik berkisar mulai Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per batang.

"Kenaikan harga ini sudah dari pemilik bambu, kita hanya mengikutinya saja," ujarnya.

Pria yang sudah menggeluti bisnis bambu sejak 19 tahun silam ini menjelaskan, kebanyakan bambu yang tersedia berasal dari daerah Kabupaten Trenggalek.

Semua jenis bambu seperti apus dan petung berasal dari daerah tersebut. Untuk tahun ini bambu jenis petung penjualannya mengalami penurunan. Bambu jenis ini biasanya digunakan sebagai pengganti pinang, untuk lomba panjat pinang.

"Barangnya agak sulit didapatkan selain itu harganya juga mahal sehingga jarang diminati lagi oleh masyarakat," pungkasnya.

 

Berita Terkait